tirto.id - Kartu Nusuk merupakan akses utama bagi para jemaah haji Indonesia untuk memasuki Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Tanpa kartu tersebut, para jemaah tidak bisa masuk. Karena itu, para jemaah diimbau agar menyimpan Kartu Nusuk tersebut dengan baik, jangan sampai hilang.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Hanif Hanani, saat menjadi pemateri dalam bimbingan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten, di GOR Gemilang Kompleks Sekda Kabupaten Magelang, pada Sabtu (7/2/2026).
Hanif mengatakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tahun ini berencana akan membagikan Kartu Nusuk di Indonesia, tidak seperti tahun sebelumnya yang baru diberikan ke jemaah haji saat sudah sampai di Makkah. Setiap jemaah harus pegang kartu tersebut.
"Pak Menteri ngendiko [ngomong], insyaallah akan diserahkan di Tanah Air. Dengan catatan, tidak boleh hilang. Jadi, paspor dan Kartu Nusuk ini tidak boleh hilang," kata Hanif
Pada agenda tersebut, Hanif menyampaikan materi terkait kebijakan baru Kemenhaj pada musim haji 2026. Selain soal Kartu Nusuk, Kemenhaj tahun ini juga akan kembali menerapkan konsep murur bagi jemaah haji lansia, disabilitas, dan jemaah kategori risiko tinggi atau risti.
Murur, yaitu metode pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina tanpa bermalam di Muzdalifah, melainkan hanya melintasinya. Jemaah tidak perlu turun dari bus saat di Muzdalifah dan langsung ke Mina.
Kemenhaj, kata Hanif, juga berencana akan menerapkan skema tanazul. Dalam konteks ini, para jemaah yang di-tanazul-kan akan pulang-balik dari Mina ke hotel di Makkah untuk melontar jumroh. Dengan konsep tanazul ini, Mina akan lebih longgar karena tidak semua jemaah bermalam di sana.
"Tapi mungkin itu untuk yang sepuh, kemudian wanita, kemudian disabilitas, yang diutamakan," kata Hanif di hadapan 1.414 calon jemaah haji di Kabupaten Magelang.
Seperti dilansir Tirto sebelumnya, Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Hasyim Hilaby, dalam rangkaian acara pendidikan dan pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Rabu (14/1/2026), mengatakan, "Nusuk [adalah] aset jemaah haji Indonesia yang sangat penting untuk memasuki Makkah, Madinah dan Arafah."
Hasyim mengatakan, Pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi agar Kartu Nusuk dapat diterima dan diaktivasi sejak jemaah masih di embarkasi. Hal ini dilakukan agar jemaah bisa tenang, tidak ada kekhawatiran.
"Adapun nanti kalau ada kendala, siap dibantu, insyaallah," kata dia.
Selain itu, Hasyim juga memberikan saran supaya Kartu Nusuk yang diberikan di Indonesia tidak hilang. Salah satunya, Kartu Nusuk yang audah dibagikan, nanti dikumpulkan kembali ke ketua regu yang anggotanya sekitar 10 hingga 20 orang.
"Nanti ketika sudah di Arab Saudi, ketika akses mau ke Masjidil Haram, baru dibagikan lagi," kata dia.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































