Menuju konten utama

Buka Munaslub Golkar, Jokowi Isyaratkan Restui Airlangga Hartarto

"Saya iseng-iseng tanya. 'apa ada aspirasi lain'. Saya tunggu. Saya tengok kanan, saya tengok kiri. 'Enggak ada pak'. Artinya sudah bulat. Saya tidak mempengaruhi. Saya hanya menceritakan pertemuan saat itu," kata Jokowi.

Buka Munaslub Golkar, Jokowi Isyaratkan Restui Airlangga Hartarto
Presiden Joko Widodo berpidato saat pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017). tirto.id/Andrey Gromico.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Munaslub Golkar 2017 malam ini, (18/12/2017), di JCC, Senayan, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya ia menekankan agar Golkar menjadi partai yang solid dan menghindari konflik-konflik internal.

"Jadi jika Golkar gonjang-ganjing, jika Golkar tidak solid, jika Golkar tidak utuh. Jika di internal Golkar ramai, ini tidak bagus untuk Golkar maupun untuk politik nasional," kata Jokowi.

Jokowi sempat menceritakan pertemuan dirinya dengan DPD I Golkar se-Indonesia di Istana Bogor pada 30 November lalu. Ia mengaku alasannya menerima para ketua DPD I Golkar karena mendengar partai berlambang beringin itu dalam kondisi memanas.

Sementara Jokowi menilai Golkar memiliki pengaruh mengakar ke masyarakat. Dia khawatir, ketika internal Golkar memanas, tensi perpolitikan dalam negeri ikut meningkat.

"Oleh karena itu, ketika saya menerima surat permohonan untuk bertemu dengan saya, dari DPD I golongan karya. Saat itu juga saya sampaikan. Saya terima," kata Jokowi.

Dalam pertemuan itu, kata Jokowi, dirinya meminta kepada ketua DPD Golkar se-Indonesia agar menjaga soliditas Golkar dari dalam agar stabilitas perpolitikan nasional tidak terganggu. Namun, menurutnya, para ketua DPD I Golkar tersebut justru ingin menyampaikan padanya mengenai pencalonan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar.

"Saya iseng-iseng tanya. 'apa ada aspirasi lain'. Saya tunggu. Saya tengok kanan, saya tengok kiri. 'Enggak ada pak'. Artinya sudah bulat. Saya tidak mempengaruhi. Saya hanya menceritakan pertemuan saat itu," kata Jokowi.

Sontak pernyataan Jokowi ini mendapat sambutan tepuk tangan dan sorakan dari peserta dan undangan pembukaan Munaslub Golkar.

"Saya hanya ingin mengingatkan kepada kita semua, jangan sampai pertentangan pertentangan itu menyebabkan energi besar partai Golkar, habis untuk hal tidak ada manfaatnya," kata Jokowi setelah tepuk tangan dan teriakan mereda.

Usai pertemuan tersebut, Wasekjen Golkar Sarmuji menyatakan Jokowi telah merestui Airlangga untuk menjadi ketua umum Golkar. Maka, penjelasan Jokowi pun seperti mengonfirmasi restu tersebut.

Jokowi Ungkap "Kubu-Kubuan" di Partai Golkar

Tidak cukup sampai di situ, Jokowi kemudian menyebutkan adanya beberapa kelompok-kelompok di dalam internal Golkar.

"Ada grup besar Pak JK, ada. Ada grup besar dari Aburizal Bakri, ada. Ada grup dari Luhut, ada. Diem-diem tapi ada. Ada juga grup besar dari Pak Akbar Tandjung, ada. Ada grup besar dari Pak Agung laksono, ada. Dan grup lainnya. Yang saya lihat dari jauh, ya itu yang saya tahu," kata Jokowi.

Kepada kelompok-kelompok itu, Jokowi kembali menekankan agar setelah Munaslub ini semuanya kembali solid dalam menyongsong Pemilu 2018 dan 2019.

"Kita harus ingat sebentar lagi masuk tahun politik, soliditas Golkar dibutuhkan Indonesia, masalah Golkar berdampak besar terhadap politik nasional. Golkar solid akan jadi produktif dan profesional," kata Jokowi.

Hadir juga dalam pembukaan Munaslub Golkar Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara, Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, Ketua Umum Perindo Hary Tanoe Soedibjo dan sejumlah tokoh lainnya.

Munaslub Golkar akan dilangsungkan sampai tanggal 20 Desember 2017 dengan agenda pemilihan ketua umum Golkar menggantikan Setya Novanto.

Baca juga artikel terkait MUNASLUB GOLKAR atau tulisan lainnya dari M. Ahsan Ridhoi

tirto.id - Politik
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Addi M Idhom