tirto.id - Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyebut perjuangan melawan kemiskinan menjadi salah satu cara melanjutkan cita-cita para pahlawan. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Turnamen Mini Soccer Kemensos Cup 2026 di Lapangan Sembodo Mini Soccer, Jakarta Timur, Senin (12/10/2026) malam.
Agus mengatakan, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pahlawan yang mengorbankan harta benda hingga jiwa dan raga. Karena itu, generasi penerus perlu melanjutkan perjuangan tersebut dengan mewujudkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
“Negara Kesatuan Republik Indonesia ini terbentuk bukan turun dari langit, tetapi hasil perjuangan para pahlawan kita, para leluhur kita yang sudah mengorbankan semuanya, baik harta benda maupun jiwa raga,” kata Agus Jabo merujuk keterangan resmi pada Selasa (13/10/2026).
Menurut Agus, jika dahulu para pahlawan berjuang melawan kolonialisme dan imperialisme, tantangan bangsa saat ini adalah mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sekarang ini Pak Prabowo Subianto mengajak kita untuk melawan kemiskinan. Rakyatnya bahagia lahir dan batin. Rakyatnya bisa gumuyu (tersenyum), rakyatnya bisa tertawa bahagia,” kata dia.
Ia menegaskan, Kementerian Sosial memiliki peran dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Peran tersebut, menurutnya, sejalan dengan Pasal 34 UUD 1945 yang mengamanatkan negara untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.
“Api para pahlawan harus ada di dalam sanubari kita, di dalam jiwa-jiwa kita untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” tegasnya.
Selain menyampaikan pesan tentang pengentasan kemiskinan, Agus mengingatkan para peserta turnamen untuk menjaga sportivitas dan solidaritas. Ia menilai olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga dapat memperkuat persaudaraan dan persatuan.
“Jangan hanya mengejar kemenangan, tetapi jaga solidaritas, jaga persaudaraan, jaga persatuan,” pesannya.
Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), Antarini Malik, juga menilai olahraga dapat menjadi sarana untuk meneruskan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi penerus.
Putri Pahlawan Nasional Adam Malik itu mengapresiasi penyelenggaraan Kemensos Cup 2026. Menurutnya, semangat kepahlawanan tidak harus diwujudkan melalui upacara atau kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
“Semangat kepahlawanan dapat kita hadirkan bukan hanya melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui olahraga yang mempertemukan kita dalam suasana kebersamaan,” ujar Antarini.
Ia mengatakan, para pahlawan mampu mengesampingkan perbedaan latar belakang dan pandangan demi kepentingan bangsa. Nilai persatuan tersebut, menurutnya, sejalan dengan prinsip olahraga, seperti disiplin, kejujuran, kegigihan, kerja sama, dan sportivitas.
“Dengan sportivitas itulah, kita bisa membentuk karakter bangsa Indonesia yang jujur, tangguh, saling menghormati, dan mampu bekerja sama di tengah perbedaan,” katanya.
Antarini menambahkan, menghormati para pahlawan tidak cukup dilakukan dengan mengenang nama dan jasa mereka. Nilai perjuangan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga semangat perjuangan para pahlawan tidak hanya dikenang setiap 10 November, tetapi terus hidup dalam karakter dan tindakan kita sebagai bangsa Indonesia,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Agus Jabo menerima buku tentang Pahlawan Nasional T.B. Simatupang yang diserahkan langsung oleh putranya, Marsinta Hatigoran Simatupang.
Turnamen Mini Soccer Kemensos Cup 2026 diikuti 16 klub dari kantor pusat dan unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Sosial. Kompetisi berlangsung pada 12–26 Oktober 2026 untuk memperebutkan Piala Kemensos Cup 2026. Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan pertama oleh Agus Jabo.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































