BPN Kritik Cara Jokowi Soal Harga Avtur, Bagaimana Konsep Prabowo?

Oleh: Hendra Friana - 14 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Ramson menilai kritik Jokowi soal harga avtur Pertamina tak tepat karena pemerintah telah menyetujui harga avtur diatur berdasarkan mekanisme pasar.
tirto.id - Juru Debat Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ramson Siagian belum mau membuka strategi pasangan calon nomor urut 02 untuk menjaga harga avtur yang dijual Pertamina.

Namun, kata Ramson, salah satu cara yang bisa dipakai adalah mengatur struktur serta formula penghitungan harga avtur sehingga tak terlalu berpengaruh terhadap kenaikan harga tiket pesawat.

“Kalau kami nanti ada strategi soal struktur harga BBM baik yang penugasan maupun non penugasan, yang bisa jadi referensi bagi para pelaku usaha. Itu belum bisa kami buka sekarang strateginya. Nanti, lah, bos saya saja belum debat,” kata Ramson saat dihubungi reporter Tirto, Kamis (13/2/2019).

Saat ini, BPN Prabowo-Sandiaga cuma bisa mengkritik Presiden Joko Widodo yang menyebut bahwa hargsa avtur Pertamina masih terlalu tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain.

Sebab, kata Ramson, kritik tersebut tak tepat karena pemerintah telah menyetujui harga avtur diatur berdasarkan mekanisme pasar.

Menurut dia, kenaikan harga avtur yang dijual Pertamina seharusnya menjadi wajar karena saat pembelian dilakukan, harga minyak di pasar global memang sedang tinggi.

"Harga pertalite, pertamax, avtur sesuai permintaan pemerintah yang disetujui DPR RI, disesuaikan dengan naik turunnya harga minyak mentah di pasar global,” kata Ramson.

Karena itu, kata Ramson, permintaan Jokowi agar Pertamina menurunkan harga avtur hanyalah pencitraan semata.

“Sekitar 5-6 bulan lalu, harga avtur, pertalite, pertamax memang naik, tetapi satu bulan yang lalu kenapa waktu turun enggak langsung diturunkan juga harganya?. Ini, kan, pencitraan yang terlambat,” kata Ramson.

Saat ini, Pertamina masih mencari cara untuk menurunkan harga avtur yang dinilai bikin tarif tiket pesawat domestik meroket. Terlebih, setelah Presiden Jokowi "mengancam" bakal membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan lain untuk menjadi penyalur avtur di Indonesia.

Menurut Jokowi, sebagai pemain tunggal, Pertamina seharusnya bisa menjaga harga lebih murah ketimbang negara lain. Mengingat, kata Jokowi, ongkos bahan bakar bisa mencapai 40 persen dari total biaya operasional maskapai penerbangan.

“Walaupun saya belum tahu [perusahaan mana saja], saya pastikan antre [yang mau masuk ke bisnis avtur]” kata Jokowi usai menghadiri acara perayaan HUT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Puri Agung Convention Hall Jakarta, Senin (11/2/2019) malam.

Sejak akhir tahun lalu, tingginya harga avtur Pertamina memang dituding sebagai salah satu pemicu kenaikan harga tiket oleh maskapai penerbangan. Sebab, pengeluaran untuk fuel dalam struktur biaya operasional pesawat punya porsi yang cukup dominan.


Baca juga artikel terkait PERTAMINA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Abdul Aziz