BPBD Padang Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir

Reporter: - 19 Agustus 2021
Dibaca Normal 1 menit
Evakuasi dilakukan terhadap warga yang wilayahnya tergenang air cukup tinggi, yakni kisaran 1 sampai 1,5 meter.
tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Sumatera Barat, mengevakuasi sekitar 300 warga Koto Tangah dan Kuranji yang terdampak banjir di wilayah itu, Rabu (18/8/2021) malam.

"Dari proses evakuasi yang sudah dilakukan dari pukul 20.00 WIB hingga 00.00 WIB, setidaknya 300 warga dievakuasi," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang, Sutan Hendra, Kamis (19/8/2021).

Sutan mengatakan evakuasi dilakukan terhadap warga yang wilayahnya tergenang air cukup tinggi, yakni kisaran 1 sampai 1,5 meter.

Pelaksanaan evakuasi dilakukan di sejumlah titik yang tersebar di Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Kuranji, seperti kawasan Anak Air, Simpang Kalumpang, Parak Jambu, Palarik, Perumahan Berlindo, dan lainnya.

Evakuasi warga dilakukan oleh petugas menggunakan perahu karet di mana yang terbanyak adalah kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lanjut usia.

"Warga yang dievakuasi kemudian diungsikan ke masjid ataupun mushalla terdekat yang tidak digenangi oleh air," jelasnya.

Pada bagian lain, untuk melaksanakan proses evakuasi BPBD Padang mengerahkan empat regu beserta tiga unit perahu karet.

Selain BPBD Padang, proses evakuasi juga dilaksanakan oleh tim dari Basarnas Padang, PMI, BPBD provinsi, relawan kebencanaan, dan lainnya.

Sementara arus lalu lintas yang digenangi banjir ditangani oleh personel Satlantas Polresta Padang, seperti yang terjadi di depan Rumah Sakit Siti Rahmah Jalan By Pass.

Air dengan ketinggian satu meter lebih menggenangi satu ruas jalan, sehingga jalur kendaraan yang biasanya satu arah dibuat menjadi dua arah.

Genangan air juga tampak menggenangi halaman Rumah Sakit Siti Rahmah Padang sehingga merendam sejumlah mobil yang sedang terparkir.


Baca juga artikel terkait BANJIR PADANG atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight