Periksa Data

Benarkah Caleg Selebritas Bantu Nasdem Dongkrak Suara Pileg?

Oleh: Irma Garnesia - 17 Juli 2019
Dibaca Normal 4 menit
Partai Nasdem adalah partai yang paling banyak mengusung selebritas, tapi kemungkinan hanya satu saja yang lolos.
tirto.id - Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 telah usai digelar. Berdasarkan hasil rekapitulasi Pileg 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5), ada sembilan partai yang dinyatakan lolos ke parlemen.

Partai-partai tersebut secara berurutan adalah PDIP (19,38 persen), Gerindra (12,60 persen), Golkar (12,34 persen), PKB (9,72 persen), Nasdem (9,07 persen), PKS (8,23 persen), Demokrat (7,79 persen), PAN (6,86 persen), dan PPP (4,53 persen). Total suara sah Pileg 2019 sendiri sebanyak 139.623.579 suara.

Sementara itu, tujuh partai lainnya yang memperoleh suara di bawah 4 persen seperti yang ditetapkan dalam parliamentary threshold (ambang batas perolehan suara), gagal lolos ke parlemen. Mereka adalah Perindo (2,67 persen), Berkarya (2,09 persen), PSI (1,89 persen), Hanura (1,54 persen), PBB (0,79 persen), Garuda (0,5 persen), dan PKPI (0,22 persen).

Pasal 415 Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyatakan bila partai tidak memenuhi ambang batas perolehan suara, partai tersebut tidak disertakan pada penghitungan perolehan kursi DPR di setiap dapil.


Namun, dari seluruh partai pemenang Pileg, Nasdem menjadi partai yang membuat kejutan. Di Pileg 2014, Nasdem menduduki posisi delapan partai pemenang pemilu dengan 8,4 juta suara sah atau 6,72 persen dari total suara. Sementara di Pileg 2019 ini, partai besutan Surya Paloh itu berhasil naik ke peringkat lima dengan 12,6 juta suara sah atau 9,07 persen dari total suara.

Ada banyak faktor yang membantu Nasdem mendongkrak suara pada Pileg kali ini. Salah satunya, boleh jadi, adalah caleg artis. Jika pada 2014 lalu PAN identik dengan caleg dari kalangan artis, kali ini Nasdem menjadi partai yang paling banyak mengakomodir caleg dari latar belakang ini.

Ada sekitar 37 pesohor yang mendaftar jadi caleg dari Nasdem, diantaranya Nafa Urbach, Tessa Kaunang, Kristina, Manohara Odelia Pinot, Olla Ramlan, Okky Asokawati, dll. Berdasarkan penelusuran Tirto, pada 2014, Nasdem yang baru pertama kali mengikuti gelaran Pileg 2014 memboyong lima caleg artis. Diantaranya Doni Damara, Sarwana, Jane Shalimar, Melli Manuhutu, dan Mel Shandi.

Infografik Periksa Data Caleg Artis Nasdem
Infografik Periksa Data Caleg Artis Bantu Nasdem Dongkrak Suara Pileg. tirto.id/Nadya


Menurut anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi, seperti yang diberitakan Tirto, partainya memang sengaja memberi ruang terbuka bagi para artis dalam menjadi caleg. Hal ini karena artis memiliki basis penggemar yang diharapkan bisa dikonversi menjadi basis dukungan.

"Artis banyak pendukungnya, maka coba [kami] hadirkan. Kan, di DPR juga ada [artis] yang serius," katanya kepada Tirto, Senin (16/7/2018).

Lantas, bagaimana perolehan suara tersebut berdampak pada perolehan kursi? Berdasarkan perhitungan Tirto dari hasil rekapitulasi KPU, Nasdem menempati posisi ke-4 dengan jumlah 60 kursi. Ini lebih banyak dari jumlah kursi PKB, yakni 57 kursi, meski perolehan suara Nasdem berada di bawah PKB.

Perolehan kursi Nasdem lebih banyak disebabkan partai ini unggul di dapil-dapil tertentu yang butuh banyak kursi. PKB cenderung berfokus di Pulau Jawa dan banyak menang di sana, berbeda dengan Nasdem yang banyak unggul di daerah selain Jawa.

Berdasarkan rekapitulasi suara, hanya satu caleg artis Nasdem yang berpotensi lolos ke Senayan, yaitu M. Farhan. Ia bertarung di Dapil Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi. Farhan sendiri adalah presenter di beberapa televisi swasta dan juga penyiar radio di Jakarta. Ia berada di posisi ke-4 dengan perolehan 52.033 suara.


Sebagai catatan, di Dapil tersebut, Farhan juga bertarung dengan beberapa caleg artis seperti Kirana Larasati, Skolastika Citra Kirana, Nico Siahaan, Nurul Arifin, Giring Ganesha, dan Choky Sitohang.

Sementara itu, dari 91 daftar pesohor yang mencalonkan diri, ada sekitar 14 orang yang berpotensi lolos ke Senayan. Beberapa di antaranya adalah nama lama seperti Nico Siahaan, Rieke Diah Pitaloka, Arzeti Bilbina, Eko Patrio, Primus Yustisio, Desi Ratnasari, Rachel Maryam, Dede Yusuf, dan Nurul Arifin. Sementara itu, beberapa nama baru yang lolos adalah M. Farhan, Krisdayanti, Rano Karno, dan Tommy Kurniawan.

Beberapa artis yang telah duduk di DPR namun maju lagi lewat Nasdem seperti Okky Asokawati dari dapil DKI Jakarta II, Lucky Hakim dari dapil Jawa Barat VI, dan Krisna Mukti dari dapil Jawa Barat X juga gagal lolos ke Senayan.

Ketiga artis ini awalnya juga bukan berasal dari Nasdem pada Pileg 2014. Okky Asokawati maju dari PPP, Lucky Hakim maju dari PAN, dan Krisna Mukti awalnya dari PKB. Kedua artis, Okky dan Lucky, tetap berlaga di dapil yang sama. Hanya Krisna Mukti yang berpindah dari dapil Jawa Barat VII ke dapil Jawa Barat X.

Infografik Periksa Data Caleg Artis Nasdem
Infografik Periksa Data Caleg Artis Bantu Nasdem Dongkrak Suara Pileg. tirto.id/Nadya


Memang banyak caleg artis Nasdem belum mampu lolos ke Senayan. Namun, jika diperhatikan, pola pencalonan caleg artis ini terpusat hanya di empat provinsi saja, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Kehadiran artis di dapil-dapil tertentu di empat provinsi tersebut tampaknya mampu menambah perolehan suara Nasdem dibanding Pileg 2014. Dari 23 dapil pencalonan caleg artis, suara Nasdem meningkat di 16 dapil. Diantaranya adalah Jawa Timur IV, Jawa Timur VI, Jawa Tengah V, Jawa Tengah VIII, Jawa Barat VIII, DKI Jakarta II, Jawa Timur I, Jawa Barat VI, Jawa Timur III, Jawa Timur IX, Jawa Timur X, Jawa Barat VII, Jawa Tengah X, Jawa Tengah IV, Jawa Tengah I, dan Jawa Barat I.

Infografik Periksa Data Caleg Artis Nasdem
Infografik Periksa Data Caleg Artis Bantu Nasdem Dongkrak Suara Pileg. tirto.id/Nadya


Namun, benarkah peningkatan suara di 16 dapil ini dipengaruhi oleh kehadiran artis di wilayah pemilihan tersebut? Di dapil dengan persentase kenaikan terbesar, Jawa Tengah VIII, suara Nasdem naik sebesar 108.835 suara atau 226,81 persen dibanding 2014.

Artis yang meramaikan pertarungan di dapil ini adalah Ageng Kiwi dan Vicky Shu. Keduanya, berturut-turut memperoleh suara 2.795 atau 1,78 persen dan 11.469 atau 7,31 persen. Suara kedua artis ini kalah jauh dibandingkan dari Sugeng Suparwoto, politikus senior Nasdem, yang meraih 55.478 suara.

Kemudian di Jawa Barat I, suara Nasdem naik sebesar 133.486 atau 153,43 persen. Caleg artis yang maju dari dapil ini adalah M. Farhan dan Citra Skolastika. Farhan memperoleh suara 52.033 atau 51,61 persen bagi total perolehan suara Nasdem di dapil ini. Perolehan suara Farhan cukup jauh dibandingkan Citra yang hanya mampu meraih 2.735 suara atau 2,71 persen dari total Nasdem di dapil ini. Perolehan ini berhasil mengantarkan Farhan ke Senayan.

Di dapil Jawa Timur IV, Nasdem mendapat kenaikan suara sebesar 135.438 suara atau 118,23 persen dibanding Pileg 2014. Artis yang bertarung di dapil ini adalah Ferlyanto dan Imelda Soraya. Ferlyanto merupakan mantan aktor dan model, sementara Imelda Soraya pernah menggeluti seni peran.

Di dapil ini, suara Ferlyanto dan Imelda masing-masing adalah 12.900 (5,14 persen dari total suara Nasdem di dapil ini) dan 5.540 (2,21 persen). Keduanya kalah suara dari Charles Meikyansyah yang meraih 99.917 suara (39,81 persen).

Di sisi lain, bila dilihat berdasarkan suara sah yang diperoleh selebritas, ada dua caleg artis yang mendulang suara sebanyak 50 persen dari total jumlah suara partai di dapilnya. Sebagian besar caleg membantu suara di dapil sekitar 10 hingga 25 persen.

Infografik Periksa Data Caleg Artis Nasdem
Infografik Periksa Data Caleg Artis Bantu Nasdem Dongkrak Suara Pileg. tirto.id/Nadya


Kalangan artis atau seniman bukan hal baru dalam politik Indonesia. Sejak pemilu pertama pada 1955, seperti dicatat peneliti budaya dan politik Jennifer Lindsay dalam "The Performance Factor in Indonesian Elections" (2007), sudah ada seniman berkampanye, yakni seniman-seniman Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang naik panggung untuk Partai Komunis Indonesia (PKI).

Cara itu terus dilakukan dalam pemilu-pemilu era Orde Baru. Artis-artis panggung memeriahkan kampanye-kampanye Golkar pada Pemilu 1971. Sejak Pemilu 1999, setelah Reformasi, peluang untuk masuk dunia politik semakin terbuka karena partai pun semakin banyak. Sementara pada periode 2014-2019, ada 16 orang pesohor atau tiga persen dari total 560 anggota DPR RI.

Baca juga artikel terkait CALON LEGISLATIF atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Politik)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight