Menuju konten utama

Banjir Melanda Jakarta, Camat Sarankan Anies Menormalisasi Ciliwung

Camat Pasar Minggu mengingatkan Anies Baswedan mengenai kelanjutan program normalisasi sungai Ciliwung karena sebagian lahan sudah dibebaskan oleh Pemprov DKI.

Banjir Melanda Jakarta, Camat Sarankan Anies Menormalisasi Ciliwung
Suasana Sungai Ciliwung yang meluap dan merendam pemukiman di Kampung Pulo, Jakarta, Selasa (6/2/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

tirto.id - Banjir kembali melanda sejumlah kawasan di Jakarta sejak Senin hingga Selasa, 6 Februari 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat memantau sejumlah lokasi terdampak banjir di ibu kota sejak Senin malam hingga Selasa dini hari.

Saat menemani Anies memantau lokasi terdampak banjir di Jakarta Selatan, Camat Pasar Minggu, Agus Irwanto mengaku sempat mengingatkan atasannya itu mengenai perlunya Pemprov DKI melanjutkan program normalisasi sungai Ciliwung.

Luapan sungai Ciliwung memang menjadi salah satu pemicu sebagian wilayah ibu kota terendam banjir. Karena itu, Pemprov DKI sebelum era kepemimpinan Anies melakukan normalisasi sungai Ciliwung untuk mencegah banjir.

Agus mengaku sudah menunjukkan kepada Anies beberapa lahan yang telah dibebaskan oleh Dinas Tata Air DKI Jakarta untuk program normalisasi sungai Ciliwung. Lokasi lahan itu berada di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Agus menyampaikan informasi itu kepada Anies saat Gubernur DKI tersebut meninjau lokasi terdampak banjir di sana sekitar pukul 00.10 WIB Selasa dini hari.

Menurut catatan Agus, lahan itu tersebar di RW 03, RW 05, RW 06, RW 07, RW 08, dan RW 09, Kelurahan Pejaten Timur. Lahan-lahan, yang sudah dibebaskan oleh Pemprov DKI sejak tahun 2016, itu berada tepat di bantaran Sungai Ciliwung.

Agus mengatakan, berdasar pengukuran dan pendataan lahan yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan, ada 68 bidang tanah sudah dibebaskan oleh Pemprov DKI dengan luas sekitar 3,6 hektar.

"Hampir sepanjang bantaran kali terkena rencana normalisasi sungai Ciliwung. Jadi sosialisasi sudah, pendataan sudah. Pada prinsipnya warga setuju. Karena terjadi permasalahan juga kan kalau tidak dibebaskan," kata Agus di Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan pada Selasa (6/2/2018).

Kendati demikian, Anies belum memberikan jawaban soal pelaksanaan normalisasi Sungai Ciliwung tersebut. "Beliau sebenarnya masih menunggu saja. Ini kan masih awal tahun. Jadi programnya belum berjalan," kata Agus.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso juga mengaku berharap Anies segera memutuskan jadwal pelaksanaan normalisasi sungai Ciliwung selanjutnya. Jika Anies melanjutkan program pencegahan banjir ini, normalisasi Sungai Ciliwung akan berlangsung dari titik Pintu Air Manggarai hingga Bukit Duri.

"Dari total 38 km, kiri kanan dari Tb Simatupang-Manggarai, baru sekitar 16 km, kiri kanan (yang dinormalisasi). Panjang satu sisi sungai baru 8 km," kata Imam di Pintu Air Manggarai pada Senin (5/2/2018).

Kebijakan untuk melanjutkan program normalisasi Ciliwung terakhir dikeluarkan oleh Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat melalui Keputusan Gubernur Nomor 1144 Tahun 2017. Djarot menetapkan normalisasi Ciliwung berlanjut di wilayah 11 kelurahan yang beradai di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan normalisasi Sungai Ciliwung selama empat tahun sebelumnya berlangsung di Kampung Pulo, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Cawang Pulo.

Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom