Bahaya Limbah Medis Rumah Sakit yang Dibuang Sembarangan

Oleh: Febriansyah - 2 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
“Dalam beberapa kasus, zat-zat kontaminan itu mungkin telah dibuang ke lingkungan dan telah memakan waktu yang lama,” tulis GAO.
tirto.id - Polisi menemukan limbah medis dibuang ke Kawasan hutan mangrove di Karawang Jawa Barat pada bulan September 2018 lalu. Limbah medis itu tercecer di wilayah pesisir dekat rumah warga. Dilansir dari Antara, limbah itu terdiri dari beberapa alat suntik dan obat-obatan.

Satu bulan kemudian, Oktober 2018, kembali ditemukan limbah medis di bantaran sungai Ciherang, Purwakarta, Jawa Barat. Bentuknya hampir sama, dibuang sembarangan dan penuh dengan obat-obatan.

Padahal, beberapa ilmuwan mengatakan bahwa limbah medis mengandung bahan beracun dan berbahaya.

Sebuah penelitian berjudul Drugs down the drain: When nurses object melaporkan bahwa perawat rumah sakit Amerika secara rutin membuang bagian-bagian yang tidak terpakai dari narkotika dan zat terkontrol lainnya ke dalam saluran air dalam kota.

Para penulis penelitian ini menganggap praktik para perawat yang membuang zat-zat atau obat-obat itu sebagai masalah bagi perawat yang peduli dengan kerusakan lingkungan yang dapat ditimbulkannya.

Sebelumnya pada Agustus 2011, sebuah laporan dari United States Government Accountability Office (GAO) berjudul Action Needed to Sustain Agencies’ Collaboration on Pharmaceuticals in Drinking Water menjelaskan, obat-obatan yang dibuang dapat masuk ke lingkungan dan pada akhirnya masuk ke pasokan air dengan berbagai cara, seperti melalui eliminasi limbah manusia dan hewan, pembuangan obat-obatan yang tidak digunakan lewat toilet atau saluran pembuangan, penggunaan obat-obatan hewan, pembuangan limbah rumah sakit, dan pembuangan industri.

Sementara itu, bahaya obat-obatan ini telah mengancam lewat kontaminasi air minum. EPA atau Environmental Protection Agency mengatakan bahwa obat-obatan telah terdaftar sebagai zat kontaminan yang perlu diperhatikan.

“Dalam beberapa kasus, zat-zat kontaminan itu mungkin telah dibuang ke lingkungan dan telah memakan waktu yang lama,” tulis GAO.

David JC Constable, direktur sains dari Green Chemistry Institute American Chemical Society, mengatakan bahwa campuran bahan kimia dalam air minum, makanan, dan udara tidak baik untuk kesehatan kita.

"Kehadiran satu senyawa kimia tersebut mengurangi kemampuan tubuh untuk memetabolisme nutrisi yang lain," jelas Constable seperti dilansir dari CNN.

Selain menyerang sistem metabolisme, dampak dari zat-zat kontaminan ini akan menjadi masalah bagi generasi berikutnya.

Bahan kimia, termasuk obat-obatan ini akan mengarah pada "dampak multigenerasi" yang belum dapat dipahami. Sejak akhir 90-an, ketika para ilmuwan mempelajari berbagai kontaminan di saluran air negara, telah ada banyak kegiatan oleh pemerintah dan industri Farmasi untuk secara sistematis peduli terhadap lingkungan.

Penelitian berjudul Collapse of a fish population after exposure to a synthetic estrogen mengatakan bahwa limbah cair perkotaan diketahui mempengaruhi kesehatan reproduksi ikan.

Malah limbah medis sebenarnya bukan hanya masalah Lembaga kesehatan dan penelitian, tetapi juga masalah setiap pribadi. Terkadang kita membuang sisa obat begiu saja. Secara tidak langsung hal itu bisa menimbulkan dampak yang besar juga.

Jika kita tidak dapat menemukan tempat pembuangan yang nyaman, kita bisa membuangnya ke tempat sampah. Dilansir dari CNN, sebagian besar lembaga pemerintah Amerika Serikat seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan AS dan Badan Perlindungan Lingkungan AS menyarankan kita untuk mengikuti aturan-aturan ini:

  • Buang dan pisahkan obat-obatan itu dari wadahnya dan campur dengan kotoran kucing, atau bubuk kopi bekas untuk membuatnya tidak menarik bagi anak-anak dan hewan peliharaan, serta untuk mencegah siapa pun yang mungkin mencari obat.
  • Sebelum membuang ke tempat sampah, masukkan campuran ke dalam kantong plastik yang bisa ditutup atau wadah lain agar tidak bocor.
  • Gosok semua informasi pribadi pada label resep untuk melindungi privasi Anda sebelum membuang wadah obat.


Baca juga artikel terkait LIMBAH atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight