Bacaan Surah Asy-Syams: Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan

Oleh: Beni Jo - 11 Mei 2020
Dibaca Normal 2 menit
Bacaan Surah asy-Syams tulisan Arab, latin, dan terjemahan (arti) bahasa Indonesia.
tirto.id - Surah Asy-Syams adalah surah yang ke-91 dalam Al-Quran. Surah yang terdiri dari 15 ayat ini tergolong surah Makkiyah (diturunkan di Makkah). Surah ini termasuk surah yang sering dibaca oleh Nabi Muhammad ketika salat. Artinya, Surah Asy-Syams menjadi pilihan bacaan saat salat ketika berjamaah maupun sendiri.

Surah Asy-Syams dibuka dengan sumpah Allah terkait fenomena-fenomena astronomi, yaitu matahari, bulan, siang, malam, langit, dan bumi. Setelah itu, pada ayat 7-11 fokus pembahasan adalah jiwa manusia yang senantiasa perlu disucikan dari kepekatan atau kejatahan.

Bagian akhir Surah Asy-Syams mengisahkan kaum Tsamud, yang dikenal dengan kemampuan memahat bukit dan gunung untuk dijadikan tempat tinggal. Kaum ini tidak mau mengikuti ajaran Nabi Saleh.

Sang nabi memiliki mukjizat berupa onta betina hamil, yang diharapkannya bisa meminum dari sumur secara bergantian dengan kaum Tsamud: sehari untuk onta betina, dan sehari untuk kaum tersebut. Sebenarnya, pada hari giliran onta itu minum, kaum Tsamud dapat memerah susunya.
Namun, kaum ini kemudian menyembelih onta tadi dan menyantap dagingnya. Atas tindakan tersebut, Allah memberikan azab kepada Kaum Tsamud berupa gempa, suara keras menggelegar, dan sambaran petir sehingga semua rata dengan tanah.

Surah Asy-Syams dapat dibaca ketika salat isya', seperti yang diriwayatkan Buraidah bahwa Nabi Muhammad pernah mengerjakan salat tersebut dengan membaca "wasy-syamsyi wad-dhuhaha dan yang serupa dengannya" (H.R. An-Nasai 989).

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad bersabda kepada Muadz bin Jabal al-Anshari, " Apabila kamu mengimami manusia, maka bacalah surah asy-Syams wa dhuhaha (asy-Syams), Sabbihisma Rabbika al-A'la (Surah Al-A'la), dan Iqra' Bismi Rabbika (Surah Al-Alaq), serta Wal-Laili idza Yaghsya (Surah al-Lail)" (H.R. Muslim 710).

Salah satu intisari Surah asy-Syams adalah ayat ke-9 yang artinya, "Sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwa itu)". Ayat ini mengajak manusia untuk mengelola jiwa, dan terus membersihkan diri untuk selalu dekat kepada Allah, caranya dengan zikir kepada Allah, menghubungkan jiwa kepada Tuhan.



Bacaan Surah Asy Syams

Berikut bacaan surah Asy-Syams dalam bentuk tulisan bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ - ١

wasy-syamsi wa ḍuḥāhā

وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ - ٢

wal-qamari iżā talāhā

وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ - ٣

wan-nahāri iżā jallāhā

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ - ٤

wal-laili iżā yagsyāhā

وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ - ٥

was-samā`i wa mā banāhā

وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ - ٦

wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ - ٧

wa nafsiw wa mā sawwāhā

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ - ٨

fa al-hamahā fujụrahā wa taqwāhā

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ - ٩

qad aflaḥa man zakkāhā

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ - ١٠

wa qad khāba man dassāhā

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ - ١١

kadżdżabaṡ ṡamụdu biṭagwāhā

اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ - ١٢

idżimba'aṡa asyqāhā

فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ - ١٣

fa qāla lahum rasụlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā

فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ - ١٤

fa każżabụhu fa 'aqarụhā fa damdama 'alaihim rabbuhum biżambihim fa sawwāhā

وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا ࣖ - ١٥

wa lā yakhāfu 'uqbāhā

Terjemahan:

Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,

demi bulan apabila mengiringinya,

demi siang apabila menampakkannya,

demi malam apabila menutupinya (gelap gulita),

demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan),

demi bumi serta penghamparannya,

demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,

maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),

dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

(Kaum) samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim),

ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, "(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya."

Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah),

dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.

Baca juga artikel terkait RAMADAN atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight