Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan

Dari Sosrowijayan ke Ciburial, Pengalaman Menyimak Mata Irlandia
"Mata Irlandia" menelisik hal-ihwal yang membentuk identitas individu sekaligus identitas kolektif di dunia kontemporer yang terpolarisasi.

Hikayat BPA, dari Produk Andalan Berujung Pembatasan
Penemuan BPA mengubah peradaban manusia. Belakangan penemuan ini menciptakan tantangan dari aspek kesehatan.

Agam Wispi, Penyair Lekra yang Lima Tahun Tersekap di Nanking
Setelah dirundung Revolusi Kebudayaan, Agam Wispi--penyair Lekra paling menonjol--pergi ke Moskow dan kemudian kelayapan di Jerman dan Belanda.

Rita Widagdo, Ratu Seni Patung Indonesia
Di Indonesia, karya-karya Rita banyak dipengaruhi oleh hasil pengamatan atas dunia tumbuhan, serta kekayaan dan keanekaragaman vegetasi negeri ini.

Kisah Utuy Tatang Sontani Mengajar di Universitas Negeri Moskow
Utuy adalah salah seorang eksil yang tak bisa pulang ke Indonesia setelah G30S. Ia akhirnya mengajar di Institut Kajian Asia Afrika (ISAA), Moskow.

Kematian Chairil Anwar dan Warisan-Warisannya
Hari kematian penyair Chairil Anwar diperingati sebagai Hari Puisi Nasional.

Mengapa Para Penyair Kerap Dipuja dan Direndahkan
Selama berabad-abad, puisi sanggup mengkomunikasikan nilai-nilai terdalam dari beragam budaya. Tingkah penyair malah tak jarang menerbitkan tawa.

Ayatrohaedi, Arkeolog dan Linguis "Sandal Jepit" dari Jatiwangi
Adik sastrawan Ajip Rosidi ini menghabiskan sebagian besar usianya di kampus Universitas Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang nyentrik.

Ilyas Ruhiat: Ajengan Cipasung, Nakhoda PBNU di Pengujung Orde Baru
Sejumlah kalangan tak menyangka Ilyas Ruhiat akan terpilih sebagai Rais Aam PBNU pada 1992. Sikapnya dalam berpolitik dinilai siger tengah atau moderat.

Jeihan Sukmantoro: Pelukis Edan, Penyair Mbeling
Sedikitnya, perlu sembilan pameran sebelum mata hitam diakui sebagai capaian terluhur seorang Jeihan.
Masuk tirto.id









