Indeks Tulisan
82,7% Uang WNI di Luar Negeri Disimpan di Singapura
Belum ada angka pasti berapa besar uang warga Indonesia yang diparkir di Singapura. Tetapi bukan berarti tak bisa dikira-kira. Data dana deklarasi program amnesti pajak menunjukkan bahwa 80 persen uang orang Indonesia yang ada di luar negeri berada di Singapura.
Jangan Buang Makanan Kedaluwarsamu!
Makanan-makanan yang telah melewati tanggal kedaluwarsa biasanya berakhir di tempat sampah dan menambah angka limbah makanan. Padahal, belum tentu makanan-makanan itu tak layak makan.
Kepada Perusahaan Tambang, Bank Jual Mahal
Bisnis tambang tak lagi menjanjikan. Terlebih bagi tambang-tambang yang mengeruk batu bara. Kini, industri perbankan pun mulai jera menyalurkan pinjaman.
Utang Reklamasi Tambang yang Kerap Tak Dilunasi
Sebagian wilayah Kalimantan penuh bopeng. Gara-garanya adalah perusahaan tambang yang tak menambal lubang bekas tambangnya sehingga membunuh manusia. Masalahnya ada di birokrasi: izin usaha tambang kerap didapat tanpa perusahaan membayar jaminan reklamasi.
Fintech Menggerogoti Bank Konvensional
Nilai brand bank-bank besar berskala global terus menyusut. Salah satu penyebabnya adalah munculnya gangguan dari financial technology (Fintech). Hanya satu dari 10 besar bank global dengan merek termahal yang mengalami kenaikan nilai brand.

Antara Rumah Tapak dan Apartemen
Memilih antara membeli rumah atau apartemen ternyata gampang-gampang susah. Keduanya punya kekurangan dan kelebihan. Sebelum menentukan, pikirkan dahulu kelebihan apa yang dicari dan kekurangan apa yang bisa dan tak bisa ditolerir.

Polusi di Luar, Polusi di Dalam
Upaya menghindari polusi tampaknya semakin melelahkan bagi umat manusia. Sebab berdiam diri di dalam ruangan pun tak menjamin mereka bebas dari polusi. Jangan abaikan polusi dalam ruangan atau indoor pollution!

Cara Keras Singapura Menghadapi Kepulan Asap Indonesia
Singapura akan menyeret perusahaan-perusahaan pembakar hutan di Indonesia ke pengadilan dengan menggunakan Haze Law atau Undang-undang Polusi Asap Lintas Batas. Pemerintah Indonesia pun menentang keras.
Adopsi Internasional yang Tak Lagi Diminati
Tahun 2004, angka adopsi internasional memecahkan rekor di banyak negara. Namun, tahun-tahun setelahnya, terjadi penurunan drastis. Semakin ketatnya aturan menjadi salah satu penyebab.
Mereka Tak Tersentuh Produk Finansial
Lebih dari 15 persen penduduk dewasa di Indonesia tak tersentuh produk finansial. Mereka tak memiliki tabungan di bank, kartu kredit, pinjaman bank, asuransi, reksadana, dana pensiun, saham, atau jenis produk finansial lainnya.
Masuk tirto.id







