Suhendra

Indeks Tulisan

Kamis, 23 Jun 2016

"TKDN 30 Persen Terlalu Sedikit, Idealnya 60 Persen"

Kebijakan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terhadap produk smartphone sempat mendapat protes pelaku usaha atau vendor ponsel yang memasarkan produknya di Indonesia. Upaya memaksimalkan TKDN tak hanya punya kepentingan pemerintah, tapi juga demi kepentingan konsumen.
Kamis, 23 Jun 2016

Memaksa Ponsel Impor Bernuansa "Merah Putih"

Kebijakan pemerintah menetapkan lima skema Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk smartphone sempat membuat geram para vendor yang terlanjur berinvestasi membangun pabrik di Indonesia. Utamanya, skema diperbolehkannya 100% software. Klausul ini dinilai bertentangan dengan aturan sebelumnya yang "memaksa" para vendor agar membangun pabrik di negeri ini.
Rabu, 22 Jun 2016

Capaian Samsung

Samsung diakui oleh dunia sebagai pemimpin industri dalam bidang teknologi dan kini menempati peringkat 10 merek teratas di dunia. Di Indonesia, Samsung sudah punya pabrik perakitan ponsel di Cikarang.
Rabu, 22 Jun 2016

Menghitung TKDN

Meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) suatu barang industri sudah menjadi fokus pemerintah beberapa tahun lalu. Belakangan ini aturan soal TKDN lebih spesifik mengatur produk telepon seleluler (ponsel).
Selasa, 21 Jun 2016

"Saya Sangsi Indonesia Air Show Berhasil"

Pengalaman menggelar dua airshow skala internasional menjadi modal Indonesia untuk kembali melaksanakan acara serupa beberapa tahun ke depan. Namun, untuk mewujudkan acara sebesar Indonesia Air Show seperti 20 tahun lalu, butuh komitmen dan kemauan yang kuat. Bukan itu saja, infrastruktur tempat airshow juga jadi kendala Indonesia. Sehingga wajar saja rencana ini ditanggapi pesimistis oleh pelaku dirgantara.
Ekonomi
Selasa, 21 Jun 2016

Berlomba di Ajang Pameran Udara

Setiap tahun ada ratusan perhelatan pameran kedirgantaraan di seluruh dunia, baik untuk sipil maupun militer atau kombinasi keduanya, hingga kepentingan perdagangan. Para penyelenggara berupaya menarik para pelaku industri penerbangan dunia untuk meramaikan acara mereka. Saling klaim menjadi jurus mereka. Pameran udara hampir seumur sejak pertama kali pesawat udara dibuat oleh manusia. Pameran udara juga jadi ladang bisnis bagi negara yang jeli memanfaatkannya.
Ekonomi
Selasa, 21 Jun 2016

Jejak Kemajuan Dirgantara di Langit Indonesia

Indonesia Air Show (IAS) 1986 diadakan untuk merayakan pesawat CN 235, hasil rancangan bersama Indonesia-Spanyol. IAS 1986 merupakan pameran udara skala internasional yang pertama digelar Indonesia. Pada waktu itu tak semua negara mampu menggelar pameran skala besar seperti Indonesia. Berselang 10 tahun, pesawat N250 lahir, IAS kembali digelar untuk merayakannya. Namun, sudah 20 tahun Indonesia absen unjuk gigi di pameran angkasa.
Ekonomi
Selasa, 21 Jun 2016

20 Tahun Menanti Pameran Kedirgantaraan

Tepat 20 tahun lalu, angkasa Indonesia membawa decak kagum orang. Pesawat-pesawat terbaru dan canggih dipamerkan di Indonesia Air Show (IAS) pada 22-30 Juni 1996. IAS merupakan pameran kedua kedirgantaraan berkelas internasional dan terakhir yang dihelat Indonesia. Semangat baru muncul untuk menghadirkan pameran serupa, tentu saja dengan lebih besar dan hebat. Mampukah pemerintah mewujudkannya di tengah maraknya pameran serupa?
Ekonomi
Selasa, 21 Jun 2016

Pesawat N250

Pada era BJ Habibie saat menjadi menteri riset dan teknologi, Indonesia berhasil membuat dua purwa rupa pesawat yang diberi nama N250. Pesawat kebanggaan Indonesia ini sempat dipamerkan dalam Indonesia Air Show 1996.
Ekonomi
Selasa, 21 Jun 2016

PT Dirgantara Indonesia

Lokasi pabrik pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) terletak Bandung, Indonesia. Produk utama perusahaan ini adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa.