Petrik Matanasi

Indeks Tulisan

Humaniora
Selasa, 27 Mar 2018

Melejitnya Karier Benny Moerdani Setelah Pembajakan Pesawat Woyla

Benny Moerdani sempat dituduh merekayasa pembajakan Woyla untuk melejitkan kariernya. Panglima ABRI M. Jusuf menyangkal soal itu.
Humaniora
Selasa, 27 Mar 2018

Masa Lalu Lima Pembajak Pesawat Woyla

Orang-orang yang terhubung sebagai "Jamaah Imran" yang seketika jadi pusat pemberitaan setelah membajak pesawat Woyla.
Humaniora
Selasa, 27 Mar 2018

Waktu Pesawat Woyla Dibajak Teroris

Pada 28 Februari 1981, Garuda DC-9 Woyla dibajak saat menuju Medan. Pesawat itu dipaksa untuk mendarat di Bangkok.
Humaniora
Selasa, 27 Mar 2018

Permesta, Serangan Umum 1 Maret, dan Ventje Sumual

Rakyat semesta.
Lepaskan diri dari
cengkram Jakarta.
Bisnis
Sabtu, 24 Mar 2018

Mobil Holden: dari Pelana Kuda Sampai Skandal di DPR

Holden adalah mobil buatan Australia yang pernah populer di Indonesia pada awal Orde Baru. Sejarah Holden dimulai sebagai pembuat baju zirah dan pelana kuda.
Humaniora
Senin, 19 Mar 2018

Kudeta Gagal si Komunis Ce Mamat di Banten semasa Revolusi 1945

"Bapak Rakyat" Ce Mamat dan pengikutnya mengambil alih kekuasaan dari Residen Achmad Chatib dan mendirikan Dewan Rakyat.
Humaniora
Minggu, 18 Mar 2018

Sisi Lain Revolusi: Angkat Diri Jadi 'Jenderal Nagabonar' & Menteri

"Ha, ini pemberontaknya?" kata Hatta. "Ya, saya pemberontak terhadap penjajah," balas Moestopo, yang mengangkat diri menteri pertahanan ad interim.
Humaniora
Minggu, 18 Mar 2018

Masa Bersiap Pasca-Merdeka: Masa Ngeri Tak Ada Sedapnya

Usai kemerdekaan, aksi kriminal & kekerasan dengan sasaran orang Belanda dan Indo-Belanda terjadi nyaris di seluruh Pulau Jawa & Sumatera.
Humaniora
Minggu, 18 Mar 2018

Sisi Hitam dan Kacaunya Revolusi Indonesia

"Kalau badan lagi apes dan kita dicurigai 'andjing NICA' (mata-mata Belanda), nasib kita akan jelek sekali," tulis sebuah kesaksian.
Marketing
Sabtu, 17 Mar 2018

Keluarga Akbar Tanjung, Om Liem Sioe Liong dan Indomilk

Indomilk dikenal dengan produk susunya. Perusahaan ini awalnya patungan antara perusahaan Australia dengan keluarga Akbar Tandjung.