Indeks Tulisan

Sejarah Hidup Usmar Ismail Bapak Film Nasional
Usmar Ismail adalah orang penting dalam dunia perfilman Indonesia. Di masa revolusi, dia pernah menjadi agen intelijen Republik.

Tombolotutu: Pilih Mati daripada Menyerah pada Belanda
Tombolotutu adalah raja Moutong di Sulawesi Tengah. Dia memilih mati daripada menyerah kepada Belanda.

Marsekal Leo Wattimena: Pak Macan Penerbang Angkatan Udara
Leo Wattimena dikenal sebagai penerbang tempur jempolan di era 1950-an. Bersama dua koleganya sama-sama ditunjuk jadi duta besar.

Iswahjoedi: Perintis AURI, Gugur dalam Misi Terobos Blokade Belanda
Iswahjoedi sempat jadi agen NEFIS, tapi kemudian memilih setia pada RI. Ia gugur dalam misi bersama Halim Perdanakusumah pada 1947.

Sungkono: Jagoan Pertempuran 10 November 1945 & Kawan Tan Malaka
Sungkono mampu menyulitkan tentara Inggris dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Namanya tenggelam setelah Revolusi usai.

Sejarah KSAD Djatikusumo vs 17 Taruna Akademi Militer Yogyakarta
Di era Revolusi, ada 17 kadet yang melepaskan diri Akmil Yogyakarta. Para kadet merasa seharusnya mereka disebar dan tidak dijadikan satu pasukan.

Sambutan Tak Ramah untuk Bekas KNIL yang Masuk TNI
Bekas KNIL yang masuk TNI tak jarang mendapat perundungan dari koleganya. Beberapa mampu bertahan dan sampai jadi jenderal.

Max Stahl & Rekaman Tragedi Santa Cruz yang Membuka Mata Dunia
Max Stahl berhasil masuk Timor Timur dengan menyamar jadi turis. Rekamannya turut membantu kampanye kemerdekaan Timor Leste.

Sejarah Menwa dari Asuhan Militer hingga Jadi UKM Biasa
Cikal-bakal Menwa lahir kala Indonesia mengalami krisis politik pada akhir 1950-an. Sempat lama dimasukkan dalam rantai komando militer.

Nasib Pegawai Hindia Belanda dan Kaum Pergerakan Di Zaman Meleset
Depresi besar mendorong rakyat melakukan protes kepada pemerintah. Sementara pemerintah justru sibuk menggulung kaum pergerakan.
Masuk tirto.id








