Indeks Tulisan

Eksis di Media Sosial Tak Selalu Menguntungkan
Ketika sebagian orang gemar pamer eksistensi dan mengikuti perkembangan hal-hal yang sedang tren di media sosial, sejumlah orang justru memetik banyak hal positif dengan melepaskan diri dari kebisingan kehidupan digital.

Warna Rambut Bukan Sekadar Gaya-gayaan
Tren mewarnai rambut bukan lagi hal mutakhir bagi masyarakat modern saat ini. Sebagian mewarnai rambut untuk sekadar mengikuti dikte media seputar gaya, tetapi ada pula yang dengan sengaja memilih warna rambut untuk menonjolkan sisi pribadi tertentu.
Menjadi Narsisis Lewat Kaus
Sejak lebih dari tiga dekade silam, kaus telah menjadi bagian dari budaya populer yang dimanfaatkan untuk menunjukkan sebuah identitas. Namun, apa jadinya bila kaus disulap menjadi wadah pemuas hasrat narsisistik seseorang?

Cegahlah Bunuh Diri Anak dengan Menghargai Mereka
Apresiasi penting agar anak bisa menjalani sekolah dengan baik dan menghindarkan mereka dari depresi yang berujung bunuh diri. Namun, keliru dalam mengapresiasi juga bisa membuat anak terjebak di zona nyaman.
Kecemasan Karena Mendamba Pernikahan
Ketika sejumlah penelitian menunjukkan kecenderungan enggan menikah di kalangan milenial, sebagian perempuan justru masih terobsesi dengan institusionalisasi hubungan percintaan.

Modus-Modus Pelecehan Seksual di Sekolah
Ada banyak macam pelecehan seksual di sekolah, dari tindakan nonverbal hingga pelecehan verbal.

Masalah Mental Bukanlah Hal yang Romantis
Dulu, orang yang memiliki problem mental cenderung tersisih dari masyarakat. Kini, depresi seperti lumrah ketika WHO menyatakan depresi menghinggapi lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia.

Mengapa Kata "Lolly" dan "Candy" yang Dipilih Pedofil?
Asal-Usul istilah "Lolly" terkait pedofilia.

Pedofilia: Sisi Gelap Media Sosial
Publik Indonesia dikejutkan dengan berita pengungkapan Official Loly Candy's Groups 18+ di Facebook, grup beranggotakan ribuan pedofilia. Apa yang dimaksud dengan pedofilia?

Ketika Perempuan Dinomorduakan di Dunia Kerja
Meski di dunia modern seperti sekarang ini kesempatan kerja bagi perempuan jauh lebih terbuka, berbagai diskriminasi terhadap pekerja perempuan masih jamak ditemui di kantor-kantor.
Masuk tirto.id








