Indeks Tulisan

Tragedi 9/11 dan Perang Abadi AS Terhadap Teror
Hari kelabu.
Menara jadi debu,
teror menderu.
Menara jadi debu,
teror menderu.

Tolak Persekusi dan Diskriminasi, MA India Legalkan LGBT
Perjuangan LGBT India membuahkan hasil. Dicabutnya produk hukum yang kerap melindungi aksi persekusi terhadap kaum homoseksual menegaskan bahwa LBGT juga punya hak hidup.

Ongkos Meliput Pembantaian Rohingnya: Vonis Penjara 7 Tahun
Vonis kurungan terhadap jurnalis peliput Rohingya mengindikasikan Myanmar belum lepas dari jeratan militer.

Benarkah Google Membuat Penggunanya Kecanduan dan Lemah Pikir?
Jaringan ekosistem Google layaknya candu. Sebagian penggunanya merasa terjerat dan sulit lepas. Istirahat beberapa hari dari Google kabarnya menguatkan pikiran pengguna.

Di Balik Imbauan Berjilbab di Sekolah-Sekolah Umum
Imbauan berjilbab di sekolah umum dinilai sebagai inisiatif tak langsung untuk menguatkan identitas Islam
Go-Jek, Unicorn Pertama Indonesia yang Siap Mendunia
Dalam waktu yang relatif singkat, Go-Jek menjungkirbalikkan industri transportasi umum dan, setelah resmi mendapatkan pendanaan tambahan, ia siap menyongsong pasar dunia.
Wanita Indonesia dalam Belenggu Kekerasan
Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apa pun masih jadi persoalan besar di Indonesia.
Samsung, Berawal dari Sayuran Menjadi Raja Smartphone Dunia
Perjalanan Samsung menjadi raksasa di industri elektronik dunia tidaklah semulus sutra. Mengawalinya bisnisnya dari usaha ekspor sayuran, buah dan ikan, perusahaan itu akhirnya bahkan mendahului para pesaingnya, termasuk Sony, target awal yang ingin mereka lampaui.
Facebook Coba Cegah Rasisme di Platform Mereka
Kebijakan iklan baru Facebook mengatakan bahwa "para pemasang iklan tidak boleh mendiskriminasi orang lain berdasarkan atribut personal seperti ras, teknik, warna kulit, kewarganegaraan, agama, umur, jenis kelamin, orientasi seksual, identitas gender, status lingkungan, disabilitas dan kondisi medis maupun genetik".
Perkenalkan "Hater," Aplikasi Jodoh Menurut Hal yang Dibenci
Aplikasi kencan terbaru mengklaim bisa menjodohkan para penggunanya lewat hal-hal yang sama-sama mereka benci. Sebuah anomali di tengah aplikasi serupa yang berusaha mencocokkan orang berdasarkan kesukaan pribadi mereka.
Masuk tirto.id







