Indeks Tulisan

Jam Gadang Berdarah, Luka Kolektif yang Terlupakan
Di balik gagahnya Jam Gadang di Kota Bukittinggi, tersimpan luka kolektif mendalam. Pada akhir 1950-an, mayat-mayat bersimbah darah berjejer di bawahnya.

Bayang Degradasi dan Musim Kelam Persib Sebelum Juara Beruntun
Sebagian Bobotoh yang mengalami "masa-masa kelam" saat klub jatuh bangun di dasar klasemen mungkin tak menyangka kini juara back to back bisa digenggam.

Kisah Yamaha RX-King, Sang Raja Ngebut yang Menggelegar
RX-King sang raja ngebut akhirnya harus berhenti diproduksi karena regulasi emisi yang kian ketat. Namun suaranya yang menggelegar masih nyaring terdengar.

Dering Panggilan Telepon dari Atasan Melahirkan Kecemasan
Meski sekilas tampak sepele, panggilan telepon mendadak dari atasan bisa berdampak pada psikologis pekerja. Fokus terpecah, emosionalnya terguncang.

Jose Mujica, Presiden Termiskin Itu Telah Berpulang
Saat menjadi Presiden Uruguay, Mujica hidup sederhana dengan bertani bunga. Dia menolak keterasingan yang sering dikaitkan dengan jabatan politik tinggi.

335 Lubang Peluru dan Pembunuhan Tragis Hind Rajab
Mei 2018, 7 tahun lalu, Hind Rajab dilahirkan ke dunianya yang penuh harap. Tapi, harapannya tercabut 6 tahun kemudian. Nyawanya direnggut tentara Israel.

Mekanik Pakistan, Keterbatasan Jadi Bahan Bakar Inovasi
Keterampilan para mekanik di Pakistan bersandar pada budaya jugaad. Mereka "membengkokkan aturan" untuk mencapai tujuan dengan sumber daya terbatas.

Dinamika QRIS: Dipuja di ASEAN, Dikeluhkan Negeri Abang Sam
Sistem pembayaran digital di Indonesia telah terstandarisasi dengan QRIS. Tapi, di tengah kenyamanan itu, AS justru melontarkan kritik terhadapnya. Mengapa?

Berebut Kashmir, Api Sengketa di Jantung Asia Selatan
Gejolak India dan Pakistan memperebutkan wilayah Kashmir kian memanas. Apa yang membuat Kashmir begitu diperjuangkan oleh dua aktor utama konflik itu?

Mengapa Patung Realis Mudah Diterima Publik Indonesia?
Pujian terhadap patung biawak di Wonosobo dan cerca pada "Getah Getih" di bundaran HI menjadi contoh nyata penerimaan publik terhadap seni realis.
Masuk tirto.id





