Indeks Tulisan

Eufemisme, Memperhalus Bahasa Mengaburkan Fakta
Penggunaan eufemisme tak pernah lepas dari bahasa komunikasi penguasa kepada rakyatnya. Ia berusaha memperhalus kata dan mengaburkan fakta yang sebenarnya.

Kamp Klapa Noenggal, Proyek Pertanian yang Gagal di Masa Jepang
Proyek Klapa Noenggal mula-mula adalah janji pelatihan pertanian, pekerjaan, dan gaji yang layak. Namun segera berubah menjadi kamp kerja paksa yang brutal.

Glodok Affair: Para Pemuda Indo-Eropa Disiksa Militer Jepang
Karena menolak mendukung Jepang, para pemuda Indo-Eropa ditangkap dan disiksa di penjara Glodok. Setelah kemerdekaan, sebagian dari mereka memilih jadi WNI.

Jangan Menginjak Rumput: Taman Kota dan Larangan yang Tak Perlu
Larangan menginjak rumput adalah cara pandang yang reaktif dan kurang percaya pada warga. Mereka berhak atas ruang publik yang nyaman, bebas, dan terhubung.

Berani Menolak, Jalan Terbaik Menuju Karier yang Lebih Autentik
Jika punya kesempatan yang lapang, demi kesejahteraan mental, menolak tawaran pekerjaan yang hanya secara materi menggiurkan patut dicoba.

Bendera One Piece: Dunia Fiksi yang Memantulkan Realitas Politik
Pengibaran Jolly Roger mencerminkan bagaimana budaya pop global bisa menjadi alat kritik politik lokal. Paduan ini membentuk identitas baru yang reflektif.

Agnotologi: Mereproduksi Keraguan, Memanipulasi Ketidaktahuan
Kiwari, ketidaktahuan bukan lagi berkah dan keraguan bukan lagi senjata melawan hegemoni. Ia kerap dimanipulasi dan direproduksi demi kepentingan politis.

Gen Z Tak Malas, Sistemnya Saja yang Kurang Jelas
Di dunia kerja, Gen Z membutuhkan kejelasan sistem, alih-alih inisiatif dari ketidakjelasan. Mereka tidak ingin sekadar bertahan, tapi berkembang.

Nasib Gaza di Bawah Bayang-Bayang Korporat Zionis
Korporasi besar tutup mata pada situasi kelaparan Gaza sambil berlindung di balik agenda filantropis, meski PBB telah menilainya sebagai kejahatan perang.

Krisis Industri Konsultan Menghadapi Era Disrupsi AI
Bisnis konsultasi tidak punah di tengah disrupsi AI, melainkan berevolusi. Mereka dipaksa beradaptasi dengan kecanggihan AI dan big data-nya.
Masuk tirto.id





