Atlet DKI Wajib Social Distancing usai Pulang dari PON Papua

Reporter: Riyan Setiawan - 5 Okt 2021 20:14 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Social distancing dari keluarga wajib dilakukan atlet-atlet DKI Jakarta selama 4-5 hari setibanya dari ajang PON XX Papua, sebelum bertemu keluarga.
tirto.id - Koordinator Dokter Kontingen DKI Jakarta, Junaidi meminta kepada atlet-atletnya yang pulang dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua untuk menjaga jarak atau melakukan social distancing dari keluarganya lebih dulu.

Hal tersebut harus dilakukan mengingat terdapat lima atlet DKI yang dinyatakan positif COVID-19. Kelima orang tersebut yaitu atlet sepatu roda dan soft ball yang di Jayapura, lalu atlet basket dan judo di Timika.

"Satu tim yang pulang ke Jakarta, mereka yang pulang ke Jakarta social distancing terhadap keluarganya masing-masing," kata Junaidi kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

Kata Junaidi, social distancing dari keluarga wajib dilakukan selama 4-5 hari. Setelah itu, hari kelima atau keenam para atlet diminta melakukan tes PCR.

"Minimal antigen untuk menyelematkan keluarga di rumah," ucapnya.

Sebanyak lima atlet DKI yang mengikuti PON XX Papua 2021 positif COVID-19. Bertambah dari jumlah sebelumnya yakni sebanyak tiga atlet. Atlet yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut tersebar di dua daerah, terdapat tiga orang di Timika dan dua atlet di Jayapura.

Mereka dinyatakan positif COVID-19 setelah melakukan tes PCR sebelum kepulangannya ke Jakarta.

Junaidi menjelaskan, kontingen DKI Jakarta kemungkinan terpapar di Papua dan bukan membawa status positif Covid-19 dari Jakarta. Mengingat kontingen DKI Jakarta sudah berada di Papua sejak 15 September 2021 dan sudah melewati masa inkubasi.

Dia juga mendapatkan informasi jika terdapat atlet lain yang terpapar COVID-19 di Papua. Junaidi juga khawatir Covid-19 yang diidap oleh lima atlet DKI Jakarta ini merupakan varian baru, terlihat dari nilai CT yang rendah saat dilakukan tes PCR.

"Beberapa atlet kita juga CT-nya masih rendah, kita takut ada varian baru yang terpapar di Papua," tuturnya.


Baca juga artikel terkait PON PAPUA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Bayu Septianto

DarkLight