Apakah Boleh Shalat Tahajud Setelah Sholat Tarawih dan Witir?

Oleh: Oryza Aditama - 13 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Hukum sholat tahajud meski sudah sholat witir saat Ramadhan boleh dilakukan. Namun hendaknya witir tetap ditempatkan sebagai shalat sunah penutup malam.
tirto.id - Salat tahajud didirikan pada sepertiga malam terakhir setelah umat Islam terjaga dari tidurnya. Sementara itu, sepanjang bulan Ramadan, ada salat tarawih yang umumnya dikerjakan setelah salat isya. Bagaimana meletakkan salat witir di antara salat tarawih dan tahajud? Apakah salat witir dapat dilakukan sebelum tahajud, ataukah harus dikerjakan setelah tahajud?

Salat witir adalah salat dengan jumlah rakaat ganjil yang dianjurkan untuk didirikan setelah salat sunah lain pada malam hari. Diriwiyatkan, Nabi saw. bersabda, "Jadikanlah witir sebagai penutup salat malammu".

Sementara itu, diriwayatkan, Ali bin Abi Thalib berkata, ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, "tidak ada 2 witir dalam satu malam".

Pada bulan-bulan di luar Ramadan, mendirikan salat witir cenderung tidak akan menimbulkan pertanyaan, karena seseorang akan mengerjakan salat itu setelah tahajud. Namun, pada saat Ramadan, ada salat tarawih yang umumnya dikerjakan setelah salat isya.

Dengan merujuk pada riwayat dari Ali bin Abi Thalib tersebut, maka pilihan umat Islam adalah mengerjakan salat witir sebelum tahajud atau sesudahnya, karena tidak ada pengerjaan 2 witir dalam satu malam.

Terkait hal ini, dalam dalam 30 Fatwa Seputar Ramadhan (terjemahan Ustaz Abdul Somad), disebutkan terdapat riwayat, "Siapa yang khawatir tidak dapat terbangun pada akhir malam, maka hendaklah ia melaksanakan salat witir pada awal malam.

"Siapa yang sangat ingin bangun tengah malam, maka hendaklah ia melaksanakan salat witir pada akhir malam, karena salat pada akhir malam itu disaksikan (para malaikat) dan itu lebih utama.”

Berdasarkan riwayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa salat tahajud usai mengerjakan salat witir adalah hal yang boleh dilakukan. Ini berdasar dari perintah untuk menjadikan salat witir sebagai penutup malam hanya sebatas perintah bersifat anjuran, bukan kewajiban.

Namun hendaknya umat Muslim tetap menempatkan salat witir sebagai penutup malam, jika sebelumnya telah mempunyai niat untuk melaksanakan salat tahajud.

Adapun jika sudah melakukan salat witir terlebih dulu, seperti biasa berlaku pada bulan Ramadan (witir ditempatkan usai tarawih berjamaah), maka yang bersangkutan tidak perlu mengulang witir selepas tahajud.

Dikutip dari artikel “Shalat Tahajud Setelah Shalat Witir, Bolehkah?” oleh Ali Zainal Abidin dalam laman resmi NU Online, disebutkan, Syekh Muhammad bin Abdurrahman dalam Rahmah al-Ummah menyebutkan, apabila seseorang telah melaksanakan shalat witir kemudian ia hendak bertahajud, maka shalat witir tidak perlu diulang menurut qaul ashah dari mazhab Syafi’i dan Mazhab Abi Hanifah".

Keutamaan Salat Witir dan Tahajud

Anjuran melaksanakan salat tahajud dapat ditemukan dalam Al-Quran, surat Al-Isra ayat 79:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَحْمُوداً

Artinya: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji," (QS. Al-Isra: 79).

Adapun witir merupakan ibadah salat sunah dengan jumlah rakaat ganjil, dan disebut sebagai salat sunah penutup malam. Anjuran salat witir banyak terdapat dalam hadis, salah satunya sebagai berikut:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Artinya: "Jadikan salatmu yang paling akhir di waktu malam berupa salat witir," (HR Bukhari dan Muslim).

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2021 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Oryza Aditama
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight