Apa Syarat Bisa Vaksin HPV untuk Perempuan yang Sudah Seksual Aktif

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari - 22 Apr 2022 10:53 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Beberapa jenis HPV genital dapat menyebabkan kanker pada bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina.
tirto.id - Pemerintah melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) masuk dalam vaksin gratis dan wajib bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)/sederajat.

“Benar, gratis [dan wajib] pada anak perempuan kelas 5 dan 6 [SD/MI/sederajat] ya. Karena bagian imunisasi rutin,” kata Nadia saat dikonfirmasi Tirto pada Rabu (20/4/2022) malam.

Ketua Dewan Penasihat HOGI Andrijono dalam diskusi virtual Hari Kanker Sedunia memastikan bahwa imunisasi HPV memiliki efektivitas yang baik untuk mencegah kanker serviks, dengan penelitian pada wanita usia 16-23 tahun memperlihatkan efektivitas 100 persen dengan lama 16 tahun, sebagaimana diberitakan Antara.

Infeksi HPV adalah infeksi virus yang umumnya menyebabkan pertumbuhan kulit atau selaput lendir (kutil). Ada lebih dari 100 jenis human papillomavirus (HPV). Beberapa jenis infeksi HPV menyebabkan kutil, dan beberapa dapat menyebabkan berbagai jenis kanker seperti dilansir dari laman Mayo Clinic.

Sebagian besar infeksi HPV tidak menyebabkan kanker. Namun beberapa jenis HPV genital dapat menyebabkan kanker pada bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina (leher rahim). Jenis kanker lain, termasuk kanker anus, penis, vagina, vulva dan belakang tenggorokan (orofaringeal), telah dikaitkan dengan infeksi HPV.

Infeksi ini sering ditularkan secara seksual atau melalui kontak kulit ke kulit lainnya. Vaksin dapat membantu melindungi terhadap jenis HPV yang paling mungkin menyebabkan kutil kelamin atau kanker serviks.

Lantas bagaimana dengan perempuan seksual aktif yang belum mendapatkan vaksin HPV, apakah masih bisa mendapat suntikan vaksin tersebut?

Dokter Kebidanan dan Kandungan Grace Valentine, menjelaskan bahwa ada dua syarat bagi perempuan yang sudah aktif berhubungan seksual untuk bisa disuntik vaksin HPV demi mencegah infeksi HPV.

Grace yang tergabung dalam Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia itu menyebutkan kedua syarat yang dimaksud yakni perempuan yang akan disuntik belum terinfeksi HPV dan tidak mengalami kanker serviks sebelum diberikan vaksin.

"Syarat dilakukan vaksin kanker serviks, yakni perempuan belum terinfeksi HPV karena tujuannya jangan sampai dia terinfeksi HPV," ujar dia yang berpraktik di RSPI - Puri Indah itu dalam webinar bertajuk "Women's Talk: Stronger Together Against Cancer", seperti dilansir dari Antara.

Grace mengingatkan, meski perempuan sudah mendapatkan vaksinasi lengkap, mereka tetap disarankan melakukan papsmear teratur.

Hal ini karena vaksin yang tersedia saat ini hanya untuk dua tipe virus terbanyak yakni tipe 16 dan 18 (penyebab utama kasus kanker serviks) dan tipe HPV low risk yakni 6 dan 11 sebagai penyebab kutil kelamin pada wanita dan pria.

Sementara itu, masih ada beberapa HPV tipe onkogenik lain yang belum ditemukan vaksinnya, sehingga papsmear teratur diharapkan dapat menjadi upaya deteksi dini sel pra-kanker apabila seorang wanita terinfeksi HPV lain.

Vaksin HPV termasuk pencegahan primer supaya seorang perempuan tidak terinfeksi HPV dan belum lama ini ditetapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai salah satu vaksinasi wajib bagi remaja. Vaksin HPV nantinya bermanfaat agar tubuh membentuk antibodi untuk melawan virus sehingga tidak sampai terinfeksi.

Vaksin ini bisa diberikan mulai pada anak perempuan sampai wanita berusia 10-45 tahun yang belum aktif berhubungan seksual.

Dosis pada mereka yang berusia 10-13 tahun yakni dua kali yakni pada bulan 0 dan bulan ke-6. Sementara untuk perempuan berusia 13 tahun keatas, disarankan pemberiannya tiga dosis yakni bulan ke-0, bulan 1 atau 2 dan bulan ke-6.

"Vaksinsasi pada perempuan yang belum aktif secara seksual dapat langsung dikerjakan. Hanya dibutuhkan satu series vaksin, tidak perlu booster lanjutan untuk saat ini," kata Grace.

Lelaki juga bisa mendapatkan vaksin HPV sebagai pencegahan infeksi virus kategori high risk yang menyebabkan kanker penis, walau angka kasusnya saat ini cukup rendah.

"Bila ingin mencegah kanker penis pada laki-laki saja ya boleh-boleh saja untuk dosis yang sama," ujar Grace.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight