Apa Itu Morfin dan Fungsinya Secara Medis yang Bisa Bikin Candu

Oleh: Yuda Prinada - 24 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Apa itu morfin yang bisa bikin kecanduan pemakainya dan fungsi morfin secara medis.
tirto.id - Morfin merupakan salah satu obat jenis pereda nyeri (analgesik) yang dihasilkan dari opium (bahan baku yang termasuk narkotika).

Obat yang masih termasuk golongan narkotika yang bisa menimbulkan kecanduan ini ternyata memiliki fungsi dalam dunia medis.

Berdasarkan catatan Nur Risnawati dalam Modul Biologi (2020:11), morfin termasuk ke dalam narkotika golongan II, yakni memiliki khasiat pengobatan.

Penggunaan narkotika golongan ini ditujukan sebagai jawaban terakhir untuk terapi dan pengembangan ilmu pengetahuan medis.

Opium yang sebelumnya begitu kuat dalam menjadikan seseorang ketergantungan, menjadi lebih kurang efeknya karena sudah dicampur bahan kimia lain. Oleh karena itu, morfin disebut sebagai narkotika semi sintetis.

Lantas, bagaimana sebenarnya fungsi morfin secara medis?

Fungsi morfin secara medis


Menurut catatan Harpolia Cartika dalam Kimia Farmasi (2016:77), terungkap bahwa morfin mengandung kurang lebih dari 25 zat alkaloida (senyawa yang ditemukan pada tumbuhan).

Salah satu fungsi morfin secara medis adalah untuk meredakan rasa sakit pasien, misalnya pasien yang tengah menjalani operasi, pembedahan, hingga yang sedang terluka berat, atau mengikuti terapi tertentu.

Melansir ungkapan situs Drugs, morfin dapat digunakan oleh dokter dengan cara memasukannya ke mulut.

Selain itu, juga bisa diberikan ke pasien dengan menyuntikannya pada bagian otot, bawah kulit, intravena, ruang sum-sum tulang belakang, atau bagian dubur.

Tentunya setiap obat punya efek samping kepada seseorang yang mengonsumsinya. Jika morfin digunakan, setidaknya terdapat beberapa efek samping yang dihasilkan.

Berikut ini efek samping morfin yang terlampir di situs PIONAS:

  • Mual dan muntah
  • Konstipasi
  • Mengantuk
  • Depresi nafas
  • Hipotensi
  • Kekakuan otot
  • Sulit buang air kecil
  • Spasme bilier atau ureter
  • Mulut terasa kering
  • Pusing atau bahkan vertigo
  • Muka memerah
  • Hipotensi postural
  • Hipotermia
  • Halusinasi
  • Disforia
  • Mood swing (suasana hati berubah dalam waktu cepat)
  • Ketergantungan
  • Ruam kulit
  • Overdosis (jika penggunaannya melebihi batas)
Dari sekian banyaknya efek samping, terdapat satu efek yang terkait dengan keadaan psikologi seseorang, yakni ketergantungan dan dapat membuat manusia merasakan euforia berbeda.

Hal ini menyebabkan penggunaannya terbatas, kecuali sesuai dengan resep yang telah di analisis dokter.

Oleh karena itu, pembatasan dilakukan agar penyalahgunaan obat pereda nyeri yang satu ini tidak terjadi.


Baca juga artikel terkait MORFIN MEDIS atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Dhita Koesno
DarkLight