Apa itu Literasi Digital, Prinsip Dasar, Manfaat, dan Contohnya

Oleh: Septiany Amanda - 18 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Digitalisasi bisa dijadikan media perantara untuk menuju praktik literasi yang dapat menghasilkan teks berbasis cetak.
tirto.id - Peralatan dan jaringan internet bisa menjadi media yang dapat membantu manusia untuk mengembangkan kemampuan literasi mereka tanpa menegasikan teks berbasis cetak.

Mengutip Seri Buku Literasi Digital Kerangka Literasi Digital Indonesia, secara umum, yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.

Ada banyak model kerangka untuk literasi digital yang dapat dijumpai di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing.

Setiap individu perlu memahami bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern sekarang ini. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya.

Generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam teknologi digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Dilansir Materi Pendukung Literasi Digital bahwa setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Begitu pula dalam kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi.


Dalam upaya memberikan edukasi terhadap masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam flyer Literasi Digital memberikan penjelasan mengapa literasi digital menjadi penting, bermanfaat, serta memberikan contoh kegiatan literasi digital di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Literasi digital menjadi penting karena bisa membuat seseorang mampu untuk:

- Berpikir kritis, kreatif, dan inovatif;

- Memecahkan masalah;

- Berkomunikasi dengan lebih lancar;

- Berkolaborasi dengan lebih banyak orang.

Adapun manfaat literasi digital adalah sebagai berikut:

- Menghemat waktu: mencari referensi di internet dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

- Lebih hemat biaya: banyak web dan aplikasi gratis di internet yang menawarkan diskon.

- Memperluas jaringan: menambah teman baru dari berbagai wilayah dan negara melalui media sosial.

- Membuat keputusan yang lebih baik: mencari tahu dan membandingkan harga sebuah produk melalui internet.

- Belajar lebih cepat dan efisien: mencari arti kata tertentu menggunakan aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring.

- Memperoleh informasi terkini dengan cepat: mengetahui kondisi lalu lintas terkini dengan menggunakan aplikasi.

- Ramah lingkungan: menghemat kertas dengan menggunakan buku elektronik.

- Memperkaya keterampilan: membuat percobaan sains dengan melihat tutorial yang ada di internet.


Sementara contoh kegiatan literasi digital di sekolah, keluarga, dan masyarakat adalah sebagai berikut:

Kegiatan literasi digital di sekolah:

- Penyediaan kelas virtual sehingga siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja;

- Berkomunikasi antar warga sekolah menggunakan teknologi digital, seperti pos-el (e-mail) dan media sosial;

- Pengarsipan digital;

- Dan lain-lain.

Kegiatan literasi digital di rumah:

- Membuat dokumentasi keluarga: foto dan video;

- Menjelajahi (browsing) informasi di internet bersama anggota keluarga;

- Menonton film di internet;

- Memasak dengan menggunakan tutorial resep dari internet;

- Dan lain-lain.

Kegiatan literasi digital di masyarakat:

- Media sosial untuk peningkatan usaha dan kewirausahaan;

- Penggalangan dana sosial;

- Menggunakan petisi daring (online) untuk kontrol sosial;

- Mencari pekerjaan;

- Dan lain-lain.


Baca juga artikel terkait LITERASI DIGITAL atau tulisan menarik lainnya Septiany Amanda
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Septiany Amanda
Editor: Ibnu Azis
DarkLight