Apa Itu Clubhouse App, Mengapa Viral dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 17 Februari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Apa itu Clubhouse App, aplikasi yang dipopulerkan Elon Musk dan bagaimana cara kerjanya?
tirto.id - Sebuah aplikasi baru bernama Clubhouse menjadi trending di media sosial hanya dalam sekejap. Aplikasi ini dikembangkan oleh pengusaha Silicon Valley, Paul Davison dan mantan pegawai Google, Rohan Seth. Clubhouse berbasis obrolan audio (audio chat), seperti bincang-bincang radio dalam panggilan konferensi.

Aplikasi ini sebenarnya telah diluncurkan sejak 2020, tetapi jadi perhatian baru-baru ini karena kemunculan Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX dalam aplikasi Clubhouse. Percakapan Musk dengan pimpinan Robinhood Markets, Vladimir Tenev di Clubhouse telah menyebabkan ketenaran aplikasi ini melonjak secara tiba-tiba.

Dilansir The Guardian, pengguna Clubhouse dapat mendengarkan percakapan, wawancara, dan diskusi antara orang-orang yang menarik tentang berbagai topik. Anda seperti mendengarkan podcast live atau secara langsung dan dengan lapisan eksklusivitas.

Clubhouse hanya untuk undangan. Anda tidak bisa hanya mengunduhnya dari App Store dan membuat akun. Sama seperti klub negara atau kapal pesiar di kehidupan nyata, Anda harus diundang untuk bergabung dengan anggota yang sudah ada.

Saat Anda bergabung, Anda memilih topik yang menarik, seperti teknologi, buku, bisnis, atau kesehatan. Semakin banyak informasi yang Anda berikan kepada aplikasi tentang minat Anda, semakin banyak ruang percakapan dan individu yang direkomendasikan aplikasi untuk Anda ikuti atau gabung.

Ruang percakapan Clubhouse seperti panggilan konferensi, tetapi dengan beberapa orang yang berbicara di telepon, dan sebagian besar mendengarkan. Seperti panggilan telepon, setelah percakapan selesai, ruangan ditutup.

Tidak seperti Twitch - di mana video streaming langsung tetap berada di platform bagi orang-orang untuk kembali dan menonton - obrolan audio langsung di ruang percakapan menghilang.

Cara Buat Akun Clubhouse


Untuk bergabung, pengguna Clubhouse yang sudah ada harus mengirim undangan dari aplikasi mereka untuk memberi Anda akses untuk membuat akun. Jika diundang, Anda akan melihat link yang dikirim ke nomor telepon Anda, mengarahkan Anda ke halaman pendaftaran di aplikasi.

Namun, pengguna Clubhouse tidak dapat hanya mengirim undangan kepada siapa saja yang ingin bergabung. Pengguna yang sudah ada hanya memiliki dua undangan yang tersedia pada awalnya.


Dalam postingan blog baru-baru ini, pembuat aplikasi Clubhouse telah mengumumkan, tujuan tahun 2021 mereka adalah menyelesaikan tahap beta aplikasi, sehingga pada akhirnya mereka dapat "membuka Clubhouse ke seluruh dunia".

Aplikasi Clubhouse masih sangat terbatas karena pengguna harus bergabung secara langsung dan percakapan tidak disimpan. Ditambah lagi, orang yang hendak bergabung di Clubhouse harus diundang oleh seseorang yang sudah memiliki akun.

Seseorang masih dapat mengunduh aplikasi dan dapat memasukkan nama mereka dalam daftar tunggu, tetapi tidak ada jaminan bahwa mereka akan segera mendapatkan akun dengan cara itu.

Infografik Cara Kerja Aplikasi Clubhouse
Infografik Cara Kerja Aplikasi Clubhouse. tirto.id/Fuad


Clubhouse saat ini hanya tersedia untuk pengguna iPhone. Namun, CEO Clubhouse, dikutip Business Today mengatakan, aplikasi tersebut pada akhirnya akan terbuka untuk semua orang, termasuk pengguna Android.

Sejak jadi viral, Clubhouse memiliki banyak kontroversi. Banyak pengguna aplikasi dilaporkan telah mendapat penindasan dan pelecehan di platform-nya.

Perusahaan dikritik karena tidak memiliki kebijakan moderasi konten atau bahkan fitur keamanan seperti pemblokiran atau fasilitas untuk melaporkan pelecehan.

Selain itu, menurut laporan penelitian keamanan oleh Stanford Internet Observatory (SIO), ditemukan kerentanan tertentu di Clubhouse, yaotu rentan terhadap mata-mata pemerintah Cina.

Laporan tersebut menambahkan bahwa perusahaan yang berbasis di Shanghai, bernama Agora Inc menyediakan infrastruktur backend ke Clubhouse.

Clubhouse juga menghadapi persaingan dari Twitter, yang sedang mengerjakan produk serupa dengan fitur baru yang disebut Spaces.

Saat ini, fitur tersebut hanya tersedia untuk sekelompok kecil pengguna beta, tetapi pada akhirnya akan lebih unggul, karena pengguna Spaces mungkin lebih mudah menemukan audiens karena fitur tersebut terintegrasi langsung ke Twitter.


Baca juga artikel terkait CLUBHOUSE atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight