tirto.id - Setiap muslim mengharapkan akhir hidupnya akan mendapatkan husnul khatimah. Apa saja doa agar meninggal husnul khatimah beserta amalan yang perlu dilakukan?
Keadaan baik-buruk hamba Allah setelah kematiannya akan terlihat pada akhir hidupnya. Orang yang selama hidupnya istikamah dalam ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala sampai kematiannya, ia berpeluang mendapatkan husnul khatimah. Sebaliknya, hamba yang hidupnya dipenuhi perbuatan dosa dan kemaksiatan tanpa sempat bertobat, ia cenderung mendapatkan su'ul khatimah.
Kondisi saat tutup usia menjadi penentu balasan baik dan buruk dari Allah bagi seorang hamba. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. (HR Bukhari)
Bacaan Doa agar Meninggal Husnul Khatimah
Husnul khatimah adalah akhir yang baik. Maknanya, Allah memberikan pertolongan pada seorang hamba agar menjauhi berbagai hal yang bisa membuat-Nya murka sebelum hamba itu meninggal. Saat malaikat maut mencabut nyawa orang tersebut, ia tidak sedang mengerjakan amalan yang buruk dan berada dalam kepatuhan kepada Allah.
Sebaliknya, ada pula hamba yang mendapatkan su'ul khatimah dalam hidupnya. Su'ul khatimah yaitu akhir hidup seorang hamba yang meninggal dalam keadaan dimurkai Allah. Sebelum dicabut nyawanya, ia sedang melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan atau hal buruk lainnya.
Penyebab husnul khatimah paling utama yaitu ketaatan dan ketakwaan hamba pada Allah subhanahu wa ta'ala. Ia istikamah dalam ketauhidan, tidak melakukan kesyirikan, menjauhi hal-hal haram, dan bertobat atas segala kesalahan.
Husnul khatimah juga dapat terjadi saat seseorang mengerahkan berbagai kemampuannya untuk bisa mendapatkan kematian yang baik ini. Jadi, husnul khatimah tersebut benar-benar diupayakan agar Allah memberikan pertolongan di akhir hayatnya.
Selain itu, husnul khatimah juga dapat diusahakan melalui berdoa kepada Allah. Seorang hamba boleh meminta pada Allah dalam setiap doanya agar meninggal dalam keadaan husnul khatimah.
Ada beberapa doa husnul khatimah yang dapat dibaca, antara lain seperti berikut:
1. Membiasakan membaca tahlil
Bacaan tahlil yaitu "laa ilaha illallah" yang sering diucapkan setiap muslim ketika mendirikan salat atau berzikir. Muslim yang akhir hayatnya membaca tahlil, menjadi penyebab dirinya mendapatkan husnul khatimah. Ia pun berpeluang masuk surga.Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ
“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah ‘laa ilaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (H.R. Abu Daud. Dikatakan sahih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)
2. Doa agar meninggal tidak dalam berbagai kondisi buruk
Ada hadis yang mengajarkan doa agar meninggal tidak dalam berbagai keadaan yang buruk. Doa tersebut yaitu:اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وَالْهَدْمِ وَالْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
Allaahumma innii a’uudzu bika minat taraddi wal hadmi wal gharaqi wal hariiqi, wa a’uudzu bika an-yatakhabbathanisy syaithaanu ‘indal mauti, wa a’udzu bika an amuuta fii sabiilika mudbiran, wa a’udzu bika an amuuta ladiigha
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (terjatuh), kehancuran (tertimpa sesuatu), tenggelam, kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari dirasuki setan pada saat mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan berpaling dari jalan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan tersengat". (H.R. An-Nasa’i, no. 5531. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan sanad hadits ini sahih)
3. Doa meminta agar meninggal dengan amalan terbaik
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam juga mengajarkan doa untuk mendapatkan akhir hidup dengan amalan baik. Doa yang dibaca yaitu:اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ
Allahummaj'al khaira 'umrii akhirahu, wa khaira 'amalii khawaatimahu, wa khaira ayyaamii yauma alqaa-ka fiif.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu,” (H.R. At-Thabrani).
4. Doa meminta mati dalam keadaan Islam
Mati dalam keadaan Islam artinya seseorang masih memiliki keimanan di dalam dadanya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan doa mati tetap menjadi muslim dengan bacaan berikut:اللَّهُمَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ، وَأَحْيِنَا مُسْلِمِينَ، وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِينَ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا مَفْتُونِينَ
Allahumma tawaffanaa muslimiin, wa ahyinaa muslimiin, wa alhiqnaa bish-shaalihiina ghayra khazaayaa wa laa maftuuniin
Artinya: “Ya Allah, matikanlah kami dalam keadaan muslim, hidupkanlah kami dalam keadaan muslim, dan susulkan kami dengan orang-orang yang saleh, tidak dalam keadaan hina, dan tidak dalam keadaan terfitnah.” (H.R. Ahmad dan Bukhari).
5. Doa agar husnul khatimah dan meminta pertolongan saat hari kebangkitan
Orang yang mati husnul khatimah masih akan berhadapan dengan hari kebangkitan. Saat itu, semua manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh amalan di dunia. Berikut doa yang dapat dipanjatkan:اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا, وَبِكَ أَمْسَيْنَا, وَبِكَ نَحْيَا, وَبِكَ نَمُوْتُ , وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
Artinya: "Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)." (HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 1199 dan lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391)
Amalan agar Meninggal Husnul Khatimah
Salah satu amalan husnul khatimah yang bisa dilakukan yaitu berdoa. Setiap muslim bisa pula mengupayakan husnul khatimah dengan secara rutin melakukan berbagai amalan saleh yang dituntunkan dalam Islam. Misalnya salat fardu lima waktu, puasa Ramadhan, berzakat, haji, umrah, puasa sunah, salat sunah, sedekah, infak, zikir, berbakti kepada orang tua, menuntut ilmu, dan sebagainya.
Semua amalan sesuai sunah yang istikamah dilakukan hingga akhir hayat, menjadi sarana untuk mendapatkan husnul khatimah. Hal ini sesuai petuah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang telah disebutkan di awal bahwa amalan tergantung dengan penutupnya saat kematian datang.
Di samping itu, merutinkan amalan saleh bisa membuat hamba yang melakukannya mendapatkan pertolongan dari Allah. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya.” Para sahabat bertanya, ”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab, ”Allah akan memberinya taufik untuk beramal saleh sebelum dia meninggal.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, dan disahihkan oleh Al-Hakim dalam Mustadrak.)
Oleh sebab itu, amalan terbaik agar meninggal dalam keadaan husnul khotimah yaitu menjalankan semua bentuk amalan saleh yang dituntunkan dalam Al-Qur'an dan hadis secara istikamah. Semua bentuk amalan ibadah yang tidak memiliki dasar pelaksanaannya menurut dalil dari sumber hukum Islam hendaknya ditinggalkan. Beramal harus dimulai saat masih hidup sampai ajal menjemput.
Sikap istikamah dalam melakukan amal saleh memang tidak mudah. Namun, setiap hamba beriman akan memperjuangkan hal tersebut untuk mendapatkan husnul khatimah demi memperoleh kehidupan terbaik di surga Allah.
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id





































