Menuju konten utama

Alasan PDIP Pilih Puti Guntur Soekarno Jadi Cawagub di Pilgub Jatim

PDIP optimistis Puti Guntur Soekarno bisa membantu Gus Ipul mengerek perolehan suara untuk memenangkan Pilgub Jatim 2018.

Alasan PDIP Pilih Puti Guntur Soekarno Jadi Cawagub di Pilgub Jatim
Puti Guntur Soekarno (kanan), saat menyerahkan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat di kantor DPD PDIP Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/6/2017). ANTARA FOTO/Agus Bebeng.

tirto.id - Petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengungkap alasan penunjukan Puti Guntur Soekarno Putri sebagai bakal calon wakil gubernur (Cawagub) di Pilgub Jatim 2018.

Selama ini, cucu Bung Karno itu dikenal sebagai kader PDIP yang mewakili Daerah Pemilihan X Jawa Barat di DPR RI periode 2014-2019. Ia juga sempat menyatakan keinginannya menjadi bakal calon gubernur di Pilkada Jabar 2018.

Tapi, menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Dwi Hartono, latar belakang asal daerah pemilihan (dapil) dan posisi Puti sebagai orang yang sempat ikut penjaringan bakal cagub di Pilgub Jabar tidak menjadi masalah. Menurut dia, setiap kader PDIP harus siap ditempatkan sebagai petugas di seluruh daerah.

"Wilayah pengabdian kader PDIP itu di seluruh NKRI. Kita rekrut, kita didik, kader siap diterjunkan mengabdi ke medan penugasan," kata Bambang di Jakarta Convention Center, Rabu (10/1/2018).

Bambang menyatakan alasan utama penunjukan Puti adalah demi meraih target kemenangan di Pilgub Jatim 2018. Dia optimistis kehadiran Puti sebagai Cawagub untuk mendampingi Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dapat mengerek perolehan suara pasangan yang didukung oleh PKB dan PDIP tersebut.

"Kita melihat tidak hanya (kawasan) mataraman, tapal kuda, kawasan arek (klasifikasi wilayah di Jatim berdasar karakter penduduknya). Kita lihat Jatim (secara) menyeluruh. Gus Ipul selama ini sudah running jadi wagub (Jatim), tentu pasti punya potensi mendulang suara di berbagai kawasan," kata Bambang.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan penunjukan Puti sebagai bakal cawagub di Pilkada Jatim 2018 telah melalui pertimbangan matang. PDIP sudah mempertimbangkan masukan para kiai, keluarga besar Nadhlatul Ulama (NU), serta Gus Ipul selaku bakal cagub.

Penunjukkan Puti juga sudah dibicarakan PDIP dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Selain itu, Hasto mengklaim, Puti merupakan figur yang tepat menjawab kebutuhan masyarakat Jatim terhadap sosok pemimpin visioner.

"Dengan memperhatikan aspirasi masyarakat Jawa Timur terhadap pentingnya seorang pemimpin yang visioner, punya kepemimpinan kerakyatan, menyatukan sejarah NU dan PDI Perjuangan, maka Ibu Ketua Umum (Megawati) telah mengambil keputusan," kata Hasto.

PDIP sebelumnya mengusung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai bakal cawagub di Pilgub Jatim. Namun, Anas mendadak mengundurkan diri dan mengembalikan mandat ke DPP PDIP setelah sejumlah foto-foto lamanya tersebar di dunia maya.

Puti sempat menyampaikan kesiapan dirinya maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018. Ia yang saat ini masih menjadi anggota Fraksi PDIP di Komisi X DPR RI itu bukan satu-satunya trah Sukarno yang terjun ke politik. Sejumlah anak maupun cucu Presiden RI I Sukarno tercatat banyak yang telah terjun ke dunia politik, dalam lingkup masuk sebagai kepala daerah, anggota partai atau legislatif.

Baca juga artikel terkait PILKADA JATIM 2018 atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Politik
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Addi M Idhom