Alasan Kenapa Valentine Identik dengan Warna Pink

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 14 Februari 2020
Selain warna merah muda, hari kasih sayang juga identik dengan warna merah pada awalnya. Pasalnya, warna ini melambangkan hasrat, keinginan, dan cinta.
tirto.id - Hari kasih sayang atau valentine telah menjadi tradisi untuk dirayakan sejak bertahun-tahun lalu. Hiasan, kado, kejutan, menjadi hal identik dalam perayaannya.

Namun, pernahkah Anda mengamati bahwa hadiah, kartu ucapan, hingga hiasan dalam valentine selalu indentik dengan warna merah muda?

Selain warna merah muda, hari kasih sayang juga identik dengan warna merah pada awalnya. Pasalnya, warna ini melambangkan hasrat, keinginan, dan cinta.

Dilansir dari laman Romper, warna merah sangat diidentikkan dengan cinta sesuai dengan mitologi Yunani. Mawar merah pertama kali muncul dari darah Adonis yang didedikasikan untuk Aprhodite, dewi cinta yunani. Sejak itu, merah menjadi warna yang erat dengan cinta.

Warna merah muda adalah percampuran antara warna merah dengan putih. Kombinasinya menjadi penentu sifat warna merah muda. Warna putih melambangkan kepolosan dan kemurnian, dicampur dengan gairah panas dari warna merah. Dilansir dari laman Romper, itu warna pink mengungkapkan jenis cinta yang lebih lembut.

Hari valentine ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang dan cinta kepada orang terkasih, salah satunya adalah dengan memberikan bunga dan kartu. Warna-warna bunga dan kartu yang dipilih menjadi pesan yang merepresentasikan perasaan Anda terhadap pasangan atau teman Anda.

Mawar berwarna merah muda merepresentasikan kasih sayang, manis, dan pengertian, yang mungkin akan menjadi pilihan yang cocok untuk diberikan kepada teman, pasangan, atau keluarga Anda.

Dilansir dari laman Color Combos, warna merah muda yang terang bisa mewakili keanggunan, kelembutan, kekaguman, dan persahabatan. Sementara pink tua lebih condong ke arah rasa terima kasih, penghargaan dan syukur.


Baca juga artikel terkait VALENTINE atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight