Akhir Kisah El Chapo Pasca-Keputusan Ekstradisi

Oleh: Yuliana Ratnasari - 20 Januari 2017
Dibaca Normal 1 menit
El Chapo, gembong narkoba paling berbahaya sejak Pablo Escobar, akhirnya diekstradisi ke AS. Dengan keputusan ini, El Chapo dipastikan tak akan bisa lagi melarikan diri.
tirto.id - Pemerintah Meksiko pada Kamis (19/1/2017) waktu setempat mengumumkan, gembong narkoba legendaris Joaquin "El Chapo" Guzman telah diekstradisi ke Amerika Serikat (AS). Dilansir dari BBC News, Guzman tiba di New York melalui penerbangan dari Ciudad Juarez.

Guzman, yang terbiasa menghadapi kehidupan di penjara AS, diincar atas tuduhan perdagangan narkoba dan penyelundupan sejumlah besar obat-obatan ke negara itu. Pemimpin kartel Sinaloa itu menghadapi dua permintaan ekstradisi yakni dari California dan satu lagi dari Texas.

Tahun lalu ia dipindahkan ke sebuah penjara di Ciudad Juarez, yang terletak di seberang perbatasan dari El Paso di Texas. Namun pemerintah saat itu membantah transfer tersebut merupakan permulaan untuk ekstradisi.

Sebelumnya, Guzman telah berupaya untuk tinggal di Meksiko tapi bandingnya ditolak. Pasalnya sejak berhasil melarikan dari dari dua penjara Meksiko berkeamanan tinggi sebelumnya, ia benar-benar dalam pengawasan ketat. Ia kini diperkirakan hadir di pengadilan federal AS di Brooklyn pada Jumat (20/1/2017) waktu setempat.

Ektradisi El Chapo Guzman ke AS ini menjadi akhir kisah salah satu gembong narkoba paling berbahaya era ini. Diyakini telah mengumpulkan kekayaan miliar dolar melalui perdagangan obat-obatan ilegal, Guzman selalu menjadi berita utama dalam media massa.

Tak lain, kemampuannya menghindari penangkapanlah yang membuat Guzman menonjol dari para pemimpin geng narkoba lainnya. Upaya pertamanya melarikan diri yang paling menarik minat publik adalah pada 2001 ketika ia kabur dari penjara berkeamanan maksimum dengan bersembunyi di keranjang cucian, meskipun sebagian orang masih meragukannya.

El Chapo Guzmann ditangkap kembali pada tahun 2014 tetapi tidak bertahan lama. Pada saat itu tidak ada keraguan tentang caranya ia melarikan diri. Tak tanggung-tanggung, ia melarikan diri melalui sebuah terowongan yang dibangun anak buahnya tepat di bawah selnya -- dan tepat di bawah hidung otoritas. Karena aksi pelarian itutertangkap CCTV, banyak penghinaan yang ditujukan pada pemerintah.

Dia kemudian ditangkap lagi tahun lalu dan sejak itu telah berjuang melawan ekstradisi ke Amerika Serikat atas dasar hukum, dan mengklaim ia bisa menghadapi hukuman mati di Texas.

Namun sekarang, pada hari-hari terakhir Presiden Obama di Gedung Putih, pihak berwenang Meksiko menolak permintaan El Chapo dan menyerahkan keputusan kepada Amerika. Mereka mengatakan telah menerima jaminan yang diperlukan bahwa proses ekstradisi tidak melanggar hak asasi manusia Guzman.

Karena itu, kini tampaknya El Chapo, gembong narkoba paling berbahaya sejak Pablo Escobar, tidak bisa lagi bebas.

Sebuah dakwaan federal di Distrik Timur New York, di mana Guzman akan dituntut, menuntutnya telah mengontrol kartel dengan ribuan anggota dan keuntungan miliaran dolar yang dikirim balik ke Meksiko.

Disebutkan bahwa Guzman dan anggota lain dari kartel Sinaloa telah mempekerjakan centeng untuk melakukan pembunuhan, penculikanm dan tindakan penyiksaan.

Sementara itu, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto pada awalnya menolak mengekstradisi pemimpin kartel itu ke AS, bersikeras bahwa ia harus menghadapi pengadilan di rumah.

Namun setelah Guzman tertangkap kembali pada Januari 2016, Pena Nieto berubah pikiran soal ekstradisi itu dan memerintahkan para pejabat untuk mempercepat prosesnya.

Rekam Jejak El Chapo Guzman Sebelum Diekstradisi


Februari 2014: tertangkap kembali setelah 13 tahun kabur dalam keranjang cucian dari penjara dengan keamanan maksimum Puente Grande

Juli 2015: melarikan diri melalui terowongan dari penjara Altiplano

2 Oktober 2015: Diwawancarai oleh aktor AS Sean Penn di dalam hutan di negara bagian Durango yang menjadi lokasi persembunyiannya

17 Oktober 2015: Para pejabat Meksiko mengumumkan mereka hampir menangkapnya di negara tetangga negara bagian Sinaloa

Januari 2016: tertangkap di Los Mochis, negara bagian Sinaloa

Mei 2016: Hakim Meksiko menghapus ekstradisi El Chapo ke AS

Oktober 2016: Hakim Meksiko menolak banding El Chapo terkait ekstradisi

Baca juga artikel terkait KARTEL atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari