Lion Air:

Ada Penumpang Tambahan, Pesawat yang Ditumpangi Neno Terlambat

Oleh: Damianus Andreas - 30 Agustus 2018
Dibaca Normal 1 menit
“Sejak awal operasional [sudah] delay. Kemudian ada informasi untuk menunggu penumpang tambahan,” kata Danang.
tirto.id - Maskapai Lion Air mengaku penerbangan JT-297 rute Pekanbaru-Cengkareng pada Sabtu (25/8/2018) malam lalu memang mengalami keterlambatan (delay). Penerbangan yang mengangkut 176 penumpang itu turut serta membawa artis Neno Warisman yang ditolak saat hendak menggelar aksi #2019GantiPresiden di Pekanbaru.

Keterlambatan penerbangan itu lantas dikabarkan karena pesawat menunggu Neno untuk naik ke pesawat. Saat diklarifikasi kepada Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, meski tidak menyebutkan nama Neno secara langsung, namun ia membenarkan pesawat baru lepas landas seusai menunggu penumpang tambahan.

“Sejak awal operasional [sudah] delay. Kemudian ada informasi untuk menunggu penumpang tambahan,” kata Danang melalui pesan singkat kepada Tirto pada Rabu (29/8/2018) malam.

Kendati demikian, Danang tidak merinci lebih lanjut pihak mana yang menginstruksikan agar penerbangan tersebut menunggu penumpang tambahan terlebih dulu. Danang pun tidak menjawab saat ditanyakan apakah keputusan tersebut sudah sesuai dengan prosedur operasi standar maskapai penerbangan.

Mengacu pada informasi yang diperoleh dari Flightradar24, pesawat JT-297 yang diawaki oleh dua orang penerbang dan lima awak kabin itu seharusnya lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II pada pukul 21.15 WIB. Akan tetapi, berdasarkan keterangan resmi dari Lion Air, pesawat memang baru lepas landas pada pukul 22.25 WIB.

Dengan demikian, pesawat pun baru tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 23.53 WIB, molor dari jadwal yang seharusnya, yakni pada 22.55 WIB.

Terlepas dari keterlambatan penerbangan yang ditengarai karena harus menunggu Neno, Lion Air mengaku telah mengambil tindakan tegas bagi pilot dan awak kabin penerbangan yang mengizinkan Neno menggunakan mikrofon pesawat.

Tindakan Neno itu digolongkan sebagai pelanggaran karena mikrofon seharusnya hanya digunakan untuk memberi pengumuman terkait operasional penerbangan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pun telah menegaskan bahwa tindakan tersebut salah.

“Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada pilot dan awak kabin yang memberikan izin penggunaan peralatan PA (Public Announcement), berupa tidak boleh terbang atau ‘grounded’,” ungkap Danang.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Maya Saputri