Menuju konten utama

50 Rumah Tergenang Luapan Sungai Gajah Wong Yogyakarta

Hujan lebat mengakibatkan sejumlah sungai di Yogyakarta meluap. 50 rumah warga dilaporkan tergenang.

50 Rumah Tergenang Luapan Sungai Gajah Wong Yogyakarta
Sejumlah anak bermain di genangan bajir di kampung Klitren Lor, Gondokusuman, DI Yogyakarta, Selasa (24/1). Hujan yang turun dengan intensitas tinggi pada Selasa (24/1) siang membuat embung Langensari yang baru saja diresmikan pada akhir Desember 2016 sebagai tadah hujan tidak mampu menampung air hujan dan merendam rumah warga di Kecamatan Gondokusuman kota Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/ama/17

tirto.id - Hujan lebat mengguyur Yogyakarta pada Selasa (24/1/2017) siang mengakibatkan sungai Gajah Wong meluap dan menggenangi 50 rumah warga.

Menurut laporan Antara, rumah warga yang tergenang itu antara lain 35 rumah warga di Gambiran dan 15 rumah warga di Mrican Giwangan.

"Sudah ada beberapa laporan yang masuk. Kami upayakan untuk menindaklanjutinya sesuai kebutuhan warga di lapangan," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Bayu Wijayanto di Yogyakarta, Selasa.

Selain Gajah Wong, luapan juga terjadi di Sungai Winongo. Luapan tersebut menggenangi belasan rumah di Kelurahan Karangwaru dan belasan rumah di bantaran Sungai Buntung.

Sedangkan Sungai Manunggal meluap hingga menggenangi Jalan Batikan dengan ketinggian 20 centimeter (cm) hingga 30 cm.

Luapan air dari terusan Sungai Manunggal juga terjadi di sekitar Jalan Pramuka. Air sempat masuk ke puluhan kios yang berada di sepanjang jalan tersebut dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Selain luapan air sungai, hujan lebat juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. BPBD Kota Yogyakarta menerima laporan tiga pohon tumbang yaitu di depan Kelurahan Gunungketur Kecamatan Pakualaman, di sekitar Masjid Syuhada Kotabaru dan di dekat Kantor Koramil Kecamatan Pakualaman.

"Proses evakuasi terhadap pohon tumbang diupayakan secepatnya agar tidak mengganggu aktivitas warga," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Yogyakarta Agus Winarto.

Ia berharap, masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana yang diakibatkan hujan deras hingga angin kencang karena diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari.

"Bisa saja terjadi luapan air sungai, talud ambrol, pohon tumbang dan berbagai bencana lainnya. Masyarakat tetap diminta waspada dan melakukan antisipasi misalnya memangkas pohon yang sudah terlalu rindang," katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Kamis (19/1/) menjelaskan hujan lebat disertai tiupan angin kencang masih berpotensi terjadi pada sepekan ke depan di Yogyakarta. Fenomena alam ini dipicu suhu muka air laut di perairan selatan Pulau Jawa yang naik sekitar 1,5-2 derajat celcius dibanding kondisi normal.

BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada saat terhadap risiko bencana saat cuaca ekstrim.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Agung DH

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH