Menuju konten utama

2024 Menjadi Tahun Puncak Karir Sabrina Carpenter

Tulisan ini membahas temuan-temuan berbasis data seputar kebangkitan karir musik Sabrina Carpenter.

2024 Menjadi Tahun Puncak Karir Sabrina Carpenter
Penyanyi dan aktris AS Sabrina Carpenter tiba di Met Gala 2024 di Metropolitan Museum of Art pada 6 Mei 2024, di New York. Gala tersebut menggalang dana untuk Institut Kostum Metropolitan Museum of Art. Tema Gala tahun 2024 adalah “Sleeping Beauties: Reawakening Fashion. (Photo by Angela Weiss / AFP)

tirto.id - Tim Penyusun: Aisya KahlilaAjikarisma, Annaka Sudiro, Fannisa Widya Puteri, Felicia Syifara Zalika Gunandar, dan Nadia Zhafira Putri. Artikel ini disusun sebagai hasil dari BINUS International x Tirto.id Data Storytelling Bootcamp 2024.

Pada Grammy Awards ke-67 mendatang, Sabrina Carpenter muncul sebagai salah satu nominasi yang diunggulkan dengan enam nominasi. Penyanyi pop berusia 25 tahun ini menerima nominasi untuk Album of The Year, Record of The Year, Song of The Year, Best New Artist, Best Pop Solo Performance, dan Best Pop Vocal Album. Pencapaian ini mengantarkan artis ini ke puncak karirnya setelah berkecimpung di industri musik selama lebih dari satu dekade.

Banyak yang mengatakan bahwa Sabrina Carpenter mencapai puncak popularitasnya setelah menjadi pembuka di konser Taylor Swift, The Eras Tour, di Meksiko, Agustus tahun lalu. Efek Taylor Swift ini digadang-gadang menjadi pemicu melesatnya karir Sabrina Carpenter. Apakah anggapan ini benar? Tulisan ini membahas temuan-temuan berbasis data seputar kebangkitan karir musik Sabrina Carpenter.

Fun Facts tentang Sabrina Carpenter

Sabrina Carpenter merupakan seorang penyanyi, penulis lagu, dan aktris berkebangsaan Amerika Serikat. Ia pertama kali memulai karir profesionalnya saat memerankan Maya Hart di Girl Meets World (2014-2017) yang ditayangkan Disney Channel. Karir musiknya dimulai saat dia menandatangani kontrak dengan Hollywood Records pada 2014 yang meluncurkan single pertamanya Can’t Blame a Girl for Trying. Sabrina tidak hanya piawai dalam bernyanyi dan berakting, ia juga menulis untuk kebanyakanlagu yang dibawakannya.

Wanita kelahiran 11 Mei 1999 di Lehigh Valley, Pennsylvania, ini juga pernah muncul di serial TV Law & Order di episode Possessed tahun 2011 pada usia 10 tahun. Pada tahun yang sama, video yang menampilkan dirinya sedang menyanyikan lagu cover di YouTube viral dengan jumlah tayangan 8,4 juta. Sabrina juga pernah menjadi juara ketiga dalam kompetisi menyanyi The Next Miley Cyrus Projectdi mana Billy Ray Cyrus, ayah Miley Cyrus menjadi salah satu jurinya.

Dalam kesibukannya mempromosikan album, Sabrina dipercayakan peran Cady Heron di musikal Mean Girl di pentas Broadway. Pertunjukannya memukau penonton dengan akting yang alami dan suara yang menghipnotis, membuatnya dikontrak untuk membawakan peran itu dari Maret sampai Juni 2020. Dipercayai membawakan peran di proyek remake film fenomenal itu membuktikan bahwa Sabrina Carpenter adalah seniman serba bisa.

Kecintaan Sabrina Carpenter terhadap dunia tarik suara sudah dimulai sejak kecil. Pada usianya yang ke-10, Sabrina mulai mengunggah cover lagu-lagu populer. Lagu cover Set Fire to the Rain milik Adele yang dinyanyikannya menjadi viral dengan tayangan sebanyak 8,4 juta di YouTube. Inilah yang memotivasi Sabrina berkarir di dunia entertainmen. Sejak 2014 hingga 2024, Sabrina telah merilis 141 lagu termasuk enam album studio dan dua EP (Extended Play) atau album mini.

Album terbarunya, Short n’ Sweet, memuat hits paling populer sepanjang masa yaitu Espresso yang telah didengar sebanyak 1,5 milyar kali di Spotify per 14 November 202. Di tempat kedua ada lagu Nonsense yang diputar sebanyak 1 milyar kali dan merupakan hits paling populer dari album transisi musiknya dari genre folk pop ke pop dance yaitu Email I Can’t Send. Lagu-lagu lain yang termasuk dalam 10 lagu Sabrina Carpenter yang paling banyak didengarkan di Spotify adalah Please Please Please, Feather, On My Way, Taste, Looking at Me, Thumbs, Because I liked a Boy, dan Bed Chem. Lagu On My Way yang diliris pada 2019 memperoleh jumlah stream sebesar 727.771.250 merupakan lagu kolaborasi pertamanya dengan DJ terkenal Alan Walker.

Meskipun sudah satu dekade berkecimpung di industri musik, penikmat musik Sabrina baru mulai melonjak pada 2023. Ini dibuktikan dengan pertumbuhan pendengar bulanan penyanyi asal Amerika Serikat ini di Spotify yang cenderung stabil pada periode Januari 2021 sampai Desember 2022. Pada akhir Januari 2023, pendengar bulanan lagu-lagu Sabrina naik sebesar 10 juta lebih dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Lagu-lagu Sabrina semakin didengarkan ketika ia tampil di Coachella pada 12 April 2024. Itu terbukti dengan meningkatnya pendengar lagu wanita bertubuh mungil ini di bulan tersebut yang mencapai 45,2 juta. Puncak kenaikan pendengar bulanan musik Sabrina Carpenter terjadi di Juni 2024 bersamaan dengan momen peluncuran single Please, Please, Please dengan jumlah pendengar mencapai 81,9 juta pada Juni 2024.

Kenaikan jumlah pendengar lagu-lagu Sabrina di Spotify tidak luput dari momen-momen penting dalam perjalanan hidup dan karir pelantun Espresso ini. Jika dilihat dari grafis di atas, pertumbuhan pendengar Sabrina di Spotify cenderung stabil dari Januari 2021 sampai November 2022 dengan jumlah pendengar rata-rata 10 juta sampai 14 juta lebih. Lonjakan kenaikan pertama terjadi setelah penampilannya di Times Square untuk perayaan tahun baru dengan jumlah pendengar mencapai 28,1 juta pada Januari 2023. Pada akhir 2023, jumlah pendengar musik Sabrina kembali melonjak ke angka 35,4 juta setelah ia kepergok makan malam bersama aktor Barry Keoghan di Los Angeles.

Kenaikan signifikan selanjutnya terjadi setelah Sabrina memukau penonton dengan persembahan musik menggoda dengan penampilan centilnya di Festival Musim Panas Tahunan, Coachella, pada April 2024. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan jumlah penikmat musiknya ketika itu mencapai 45,2 juta. Berita tentang hubungan asmaranya dengan aktor Barry Keoghan, mendorong kenaikan pendengar musiknya di Spotify pada Mei 2024 hingga mencapai 61,7 juta. Lalu peluncuran single Please, Please, Please pada 6 Juni 2024 membuat jumlah pendengarnya meroket ke angka 81,9 juta Hingga September 2024, penikmat musik Sabrina di Spotify mencapai puncak tertingginya sebanyak 83,7 juta, lalu turun menjadi 79 juta lebih pada akhir Oktober 2024.

Sabrina Carpenter di Media Sosial

Pengikut Sabrina Carpenter di Instagram terus bertambah setiap tahun. Berdasarkan data dari Instatract, pada tahun 2020, ia memiliki sekitar 23,7 juta pengikut dan pada bulan November 2024, ia memiliki 42,1 juta pengikut. Lonjakan terbesar terjadi dari tahun 2023 ke tahun 2024, di mana ia memperoleh hampir 10 juta pengikut baru. Ini membuktikan popularitasnya sebagai pekerja seni semakin mendapat tempat di hati penikmat musik.

Walaupun jumlah pengikutnya bertambah setiap tahun, pertambahan jumlah pengikutnya sempat turun dari 2020 ke 2022 lalu mulai naik lagi pada 2023 dan meroket pada 2024. Dilihat dari grafis di bawah, jumlah pengikut akun Instagram Sabrina Carpenter hanya bertambah sekitar 2,8 juta pada 2021, yaitu dari 23,7 juta pada 2020 menjadi 26,5 juta pada tahun berikutnya. Pertambahan pengikutnya pada 2022 tidak begitu banyak, yaitu hanya 1,6 juta menjadikan total pengikutnya pada tahun tersebut 28,2 juta.

Namun, beberapa momentum yang terjadi dalam karirnya pada tahun 2023, termasuk penampilannya sebagai opening act di konser Taylor Swift, The Eras Tour, turut menaikkan popularitasnya di Instagram dengan penambahan jumlah pengikut sebesar 4 juta lebih. Tahun 2024 menjadi puncak karir Sabrina Carpenter di mana penampilan centilnya menyanyikan mashup lagunya “Feather” dan “Lovefool dari grup band lawas The Cardigan di panggung utama Coachella mendadak viral di media sosial. Momen ini dan kisah cintanya dengan Barry Koeghan serta rilis lagu Please, Please, Please membuat penggemar penyanyi debutan Disney ini bertambah sebanyak 9,9 juta, menjadikan jumlah pengikutnya di Instagram sebesar 42,1 juta.

Peningkatan jumlah pengikut di Instagram ini menunjukkan betapa populernya Sabrina Carpenter. Kesuksesannya di dunia entertainmen diperoleh dari bakatnya di bidang seni musik, seni peran layar, dan seni peran pentas dengan penampilannya di Broadway. Selain itu, ia juga aktif di media sosial, terutama Instagram yang dibuktikan dengan kebiasaannya mengunggah konten. Ia kerap membagikan kegiatannya di platform dalam jaringan (daring) itu termasuk promosi musik baru, cuplikan proyek kerjanya, dan di balik layar pembuatan video klipnya. Kemampuannya untuk berbagi konten dan selalu terhubung dengan penggemar membuatnya semakin berpengaruh di media sosial.

Dari Peran Disney Menjadi Sensasi Musik Pop Global

Sabrina Carpenter memulai karirnya sebagai pemeran dalam Serial TV Girl Meets World yang tayang di Disney Channel dari 2014 sampai 2017. Dalam tayangan versi remake acara favorit 90-an Boy Meets World itu ia memerankan karakter Maya Hart yang ceria dan humoris. Ia juga pernah menjadi pemeran suara Putri Vivian dalam serial animasi Disney Junior, Sofia The First.

Berkat peran memukaunya di acara tersebut, ia ditawari kontrak rekaman dengan label musik di bawah naungan Disney yaitu Hollywood Record. Dari Disney, Sabrina mulai menapaki dunia rekaman dengan album EP pertamanya Eyes Wide Open pada 2014 yang berisi hits bernada Folk Pop seperti Can't Blame a Girl for Trying dan We’ll Be the Stars. Karakter pemeran Disney begitu terlihat dari gaya bernyanyinya yang membuatnya populer di kalangan remaja awal.

Sabrina mengembangkan bakat aktingnya dengan memainkan peran yang lebih dewasa di film komedi romantis buatan Netflix, Tall Girl. Ia memainkan karakter Harper Kreyman yang merupakan pemeran pembantu dalam film yang tayang pada 2019 itu. Pergeseran karakter dari peran Disney Channel ke peran Netflix turut mempengaruhi transisi karakter musik Sabrina dari Folk Pop ke Pop Dance. Pergeseran dari album dan lagu-lagu sebelumnya ke album terbarunya Short n Sweet menyoroti kedewasaannya dan perkembangannya sebagai seorang artis dan remaja beranjak dewasa. Ia kini dikenal sebagai sensasi musik pop global bersaing memperebutkan gelar pemilik Song of The Year pada gelaran Grammy Awards 2025 bersama musisi ternama lainnya seperti Beyonce, Taylor Swift, Billie Eilish, Bruno Mars dan Lady Gaga, Chappell Roan, Kendrick Lamar, dan Charli xcx.

Pengaruh Taylor Swift dalam Karir Sabrina Carpenter

Di awal karirnya, Sabrina Carpenter selalu menunjukkan kecintaannya pada Taylor Swift. Ia kerap menyebut betapa besar pengaruh kreativitas Taylor Swift dalam perjalanan musiknya sendiri, Sabrina kerap meng-cover lagu-lagu Taylor di masa lalu dan selalu bangga menunjukkan betapa Taylor Swift menjadi inspirasi besar dalam karir musi​​knya. Berkat video yang menayangkan dirinya meng-cover lagu White Horse milik Taylor saat usianya masih 9 tahun viral di internet, penyanyi berusia 25 tahun itupun diajak duet di konser The Eras Tour pada Februari 2024 di Sydney, Australia.

Konser di Sydney bukanlah penampilan Sabrina pertama kali di pertunjukan musik keliling dunia itu. Sebelumnya, ia didapuk menjadi penyanyi pembuka di konser The Eras Tour di Meksiko pada Agustus 2023. Ia kembali menjalankan peran itu di konser dengan tajuk yang sama di Buenos Aires (Argentina), serta Rio de Janeiro dan São Paulo (Brazil) pada November 2023. Berlanjut pada 2024, Sabrina masih mengikuti rangkaian tur keliling dunia Taylor Swift dengan menjadi penyanyi pembuka konser di Melbourne dan Sydney, Australia pada Februari dan Singapura pada bulan berikutnya. Secara total, ia telah tampil sebanyak 25 kali di rangkaian konser keliling dunia Taylor Swift itu sejak 24 Agustus 2023 sampai 9 Maret 2024.

Pertanyaannya, apakah Taylor Swift mempunyai pengaruh besar pada popularitas musik Sabrina Carpenter? Jika dirunut dari lini masa penampilan Sabrina di panggung Taylor Swift dan panggung-panggung lainnya sesuai dengan analisa data yang telah dijabarkan sebelumnya, jawabannya tidak. Lonjakan jumlah pendengar bulanan lagu-lagu Sabrina di Spotify dimulai pada Januari 2023 setelah ia tampil di acara tahun baru di Time Square. Setelah itu jumlah pendengarnya menurun dan cenderung stagnan sepanjang Februari sampai November 2023. Padahal ia mengikuti rangkaian The Eras Tour di empat Kota di Amerika Latin dari Agustus sampai November 2023. Pendengarnya melonjak kembali setelah rumor kedekatannya dengan Barry Keoghan mencuat pada akhir Desember 2023.

Kenaikan jumlah pendengar musiknya semakin meroket setelah dia tampil di Coachella pada April 2024 dan hubungan asmaranya dengan Barry Koeghan terkonfirmasi pada Mei tahun yang sama. Tercatat pada Januari 2024, pendengar bulanan lagu Sabrina Carpenter di Spotify masih 28,1 juta lalu melesat menjadi 45,2 juta pada April. Kemudian jumlahnya naik menjadi 61,7 juta pada bulan berikutnya. Puncaknya, kenaikan terbesar terjadi pada Juni 2024 setelah rilis hits kedua dari album Short n’ Sweet bertajuk Please, Please, Please, yaitu naik lebih dari 20 juta pendengar dari bulan sebelumnya.

Dilihat dari jumlah pengikut di Instagram juga menunjukkan bahwa kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2024 dengan pertambahan sebanyak 9,9 juta. Pada 2023, saat Sabrina aktif mengikuti rangkaian konser Taylor Swift, pertambahan jumlah pengikutnya hanya sekitar 4 juta. Ini artinya, faktor utama yang mendorong popularitas Sabrina Carpenter sebagai penyanyi adalah pesona pribadinya sebagai penyanyi pop ringan dan kisah asmaranya dengan Barry Koeghan. Walau begitu, Taylor Swift tetap berperan dalam perkembangan karir musiknya meskipun tidak secara signifikan.

Baca juga artikel terkait MUSIK atau tulisan lainnya dari Tirto Creative Lab

tirto.id - Musik
Penulis: Tirto Creative Lab
Editor: Lily Ferawati