Wiranto: Aksi Teror Bom Kampung Melayu-Manchester Mirip

Oleh: Maya Saputri - 27 Mei 2017
Dibaca Normal 1 menit
Aksi teror bom bunuh diri di halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur dan teror bom di Manchester, Inggris memiliki beberapa kesamaan, menurut Menkopolhukam Wiranto.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan aksi teror bom bunuh diri di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, dan yang terjadi di Manchester, Inggris, memiliki beberapa persamaan.

"Ada kesamaan karakter setiap aksi terorisme di belahan dunia manapun, termasuk di Kampung Melayu dan juga di Manchester, Inggris," ujar Wiranto yang ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Mantan Panglima TNI ini menjelaskan persamaan pertama yang terlihat dari dua aksi teror tersebut, yaitu adanya keinginan pelaku untuk mempertontonkan eksistensi mereka kepada publik.

"Mereka ingin menunjukkan keberadaan mereka maupun kelompoknya, dengan sasaran membangun satu ideologi baru yang berada di atas negara bangsa," ujar Menko Polhukam.

Mantan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu mengatakan karakterisitik kedua yang serupa dari gerakan radikal tersebut adalah adanya harapan dari para pelaku, bahwa aksi mereka kelak memakan banyak korban manusia maupun harta benda.

"Selanjutnya, pelaku teror ini juga selalu melancarkan aksi mereka, pada saat kita lengah. Itu kesamaannya," ungkap Wiranto.

Menurut dia, dari seluruh persamaan karakter itu, saat ini pihak kepolisian dan aparat lain, yang terlibat dalam penanggulangan terorisme, telah berhasil mendeteksi pelaku ledakan bom Kampung Melayu, yang terjadi pada Rabu malam (24/5).

"Kesimpulan kita, aksi ini bukan Lone Wolf, bukan perorangan, tapi ada sebuah jaringan yang terorganisir telah merencanakan pengeboman. Pelaku kasus tersebut, bersama jaringannya, saat ini sedang dikejar pihak kepolisian," kata Menko Polhukam.

Perkembangan terakhir penyelidikan Kepolisian mengungkap modus teror dan bahan kimia peledak bom bunuh diri kelompok Ansharut Daulah (JAD) Bandung Raya di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Bahan peledak yang digunakan oleh dua pelaku bom bunuh diri kelompok JAD Bandung Raya di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, adalah bahan kimia berjenis triaseton triperoksida (TATP).

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Jakarta Timur mengatakan bahan peledak itu sering digunakan kelompok teror ISIS di Irak dan Suriah.

Kapolri mengatakan dua ledakan bom di Kampung Melayu berbeda daya ledaknya. Bom pertama yang dibawa Ichwan Nurul Salam berdaya ledak rendah. Sedangkan bom kedua berdaya ledak besar dan berbahaya karena menyebarkan beberapa benda tajam yang memberi efek merusak pada benda dan manusia yang berada di radius ledakan.

Rabu (24/5/2017) malam lalu, dua ledakan terjadi di halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ledakan pertama terjadi pukul 21.00 WIB di depan toilet umum. Sementara ledakan kedua terjadi pada 21.05 WIB di dekat Halte Transjakarta Kampung Melayu yang jaraknya sekitar 10 meter dari lokasi ledakan pertama.

Dua pelaku bom bunuh diri meninggal dunia seketika. Pelaku diketahui bernama Ichwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri.

Selain menyebabkan dua pelaku tewas, tiga korban polisi gugur. Ketiga polisi yang gugur adalah Bripda Taufan Tsunami, Bripda Ridho Setiawan dan Bripda Imam Gilang Adinata, ketiganya anggota Unit 1 Peleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya.

Densus 88 Antiteror Polri dibantu Polda Jabar menangkap tiga terduga teroris yang disinyalir terkait dengan aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu itu. Ketiganya adalah J, W dan A yang ditangkap di tiga lokasi berbeda di Bandung.

Baca juga artikel terkait BOM KAMPUNG MELAYU atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri
DarkLight