Liga Inggris

Wayne Rooney: Premier League Lambat Tanggapi Pandemi Corona

Kontributor: Permadi Suntama, tirto.id - 16 Mar 2020 11:40 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Wayne Rooney menilai Premier League dan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) lambat dalam memutuskan penundaan Liga Inggris terkait virus corona (COVID-19) yang menjadi pandemi dunia.
tirto.id - Wayne Rooney menilai Premier League dan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) lambat dalam memutuskan penundaan Liga Inggris terkait virus corona (COVID-19) yang menjadi pandemi dunia. Ia menyesalkan kesimpangsiuran yang sempat terjadi sebelum Premier League menghentikan kompetisi.

"Untuk pemain (sepak bola profesional di Inggris), staf dan keluarga mereka, ini adalah pekan yang mengkhawatirkan. Salah satu penyebabnya adalah, kurang tegasnya pemerintah, federasi sepak bola Inggris (FA), dan Premier League," ujar Wayne Rooney dalam kolomnya di Sunday Times.

Pengumuman penghentian sementara kompetisi Liga Inggris baru disampaikan pada Jumat (13/3/2020) atau sehari menjelang kick-off pekan ke-30. Pengumuman ini lebih lambat dibandingkan dengan kompetisi sepak bola lain di Eropa.

Serie-A misalnya sudah menyetop pertandingan sejak 9 Maret 2020. Sementara itu, LaLiga --yang meliputi Primera dan Segunda Division-- dibekukan sementara mulai 12 Maret 2020.

Keputusan penghentian Premier League muncul lebih belakangan, setelah Mikel Arteta, pelatih Arsenal, dinyatakan positif terkena virus corona. Hal ini menjadi catatan khusus Rooney. Ia mempertanyakan, apakah terlambatnya penghentian kompetisi ada kaitannya dengan ancaman kerugian bisnis Premier League.

"Olahraga lainnya - tenis, Formula 1, rugby, golf, sepak bola di negara-negara lain telah dihentikan sedangkan kami disuruh melanjutkan kompetisi.

"Saya rasa banyak pemain yang bertanya-tanya, 'Apakah ada hubungannya dengan uang yang terlibat?'. Mengapa kita harus menunggu sampai Jumat (untuk menghentikan kompetisi)? Mengapa Mikel Arteta perlu sakit sebelum kompetisi di Inggris melakukan hal yang benar?" tulis Rooney.

Menurut kapten Derby County ini, ketika tidak adanya kepastian soal kick-off pertandingan, apakah ditunda atau dilanjutkan, pemain sepak bola profesional di Inggris ibarat kelinci percobaan. Pasalnya, para pemain bagai hendak dipaksa tetap bermain dalam situasi yang memungkinkan mereka tertular virus corona.

"Setelah pertemuan darurat, akhirnya keputusan yang tepat dibuat --(namun) sebelumnya para pemain sepak bola di Inggris merasa diperlakukan seperti kelinci percobaan.

"Bila ada anggota keluarga saya terinfeksi (virus corona) melalui saya (hanya) karena saya harus bermain dalam waktu yang tidak aman dan mereka sakit parah, saya harus berpikir dua kali untuk bermain lagi. Saya tidak akan pernah memaafkan pihak otoritas (andai itu terjadi)," tambahnya.



Wayne Rooney punya gagasan tersendiri tentang penjadwalan ulang kompetisi. Menurutnya, selama situasi memungkinkan, para pemain akan mau-mau saja berlaga. Ia mengaku siap jika kompetisi baru digulirkan beberapa bulan, kalau perlu berakhir pada September 2020 alih-alih Mei atau Juni tahun ini.

"Kami senang-senang saja jika (pada akhirnya) harus bermain sampai September (2020) andai musim ini berlanjut, bila memang harus begitu. Selama kami tahu situasi aman untuk bermain dan lingkungan (stadion) aman bagi penonton, kami siap bermain.

“Piala Dunia berikutnya digelar November dan Desember 2022, jadi kalian (otoritas sepak bola) bisa memanfaatkan situasi ini sebagai kesempatan dan berkata, "kami akan mengakhiri musim 2019/20 ini pada akhir tahun, kemudian bersiap untuk 2022 dengan memulai dua musim ke depan dari musim dingin,” gagas Rooney.

Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan menarik lainnya Permadi Suntama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Permadi Suntama
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Fitra Firdaus

DarkLight