Waskita Beton Percepat Pembangunan Pabrik di Lokasi Ibu Kota Baru

Oleh: Hendra Friana - 29 Agustus 2019
Salah satu potensi proyek yang dibidik Waskita Beton di Ibukota Baru adalah Proyek Jembatan Tol Teluk Balikpapan-Penajam, yang akan menghubungkan Kota Balikpapan ke Ibu Kota Baru.
tirto.id - BUMN PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mempercepat pembangunan plant atau pabrik di kawasan yang bersisian dengan Penajam Paser Utara, lokasi Ibu Kota baru yang resmi diumumkan Presiden Joko Widodo pada Senin (26/8/2019) lalu.

Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk. Djarot Subana mengatakan, progres pembangunan plant tersebut telah mencapai 70 persen, di mana pembangunan plant ditargetkan akan selesai pada awal tahun 2020.

Lokasi Plant Penajam tersebut berjarak sekitar 15 km ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Penajam dan sekitar 120 km ke Kabupaten Kutai Kertanegara. “Melalui plant ini, WSBP ingin menyerap potensi pasar ke depan di wilayah tengah dan timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara,” ujar Jarot Subana, melalui keterangan yang diterima Tirto, Kamis (28/8/2019).

Saat ini, WSBP tengah menyuplai produk untuk proyek RDMP RU V Balikpapan. Adapun salah satu potensi proyek yang dibidik di Ibukota Baru tersebut adalah Proyek Jembatan Tol Teluk Balikpapan-Penajam, yang akan menghubungkan Kota Balikpapan ke Ibu Kota Baru.

Plant dengan luas 11,6 ha yang akan memiliki kapasitas produksi sebesar 250 ribu ton/tahun ini direncanakan memproduksi produk Box Girder, PCI Girder, CCSP, Square Pile,U Ditch, dan produk Pre-tension.

Nantinya, dengan fasilitas penunjang yang sudah ada berupa area Produksi, area Workshop dan Area pengolah limbah, perusahaan berencana untuk melakukan ekspansi dengan memiliki dermaga sendiri. Strategi ini dilakukan untuk mempermudah akses pengiriman produk-produk precast langsung dari plant ke pulau-pulau lainnya, karena memiliki lokasi yang strategis dekat dengan Teluk Balikpapan.



Baca juga artikel terkait PEMINDAHAN IBUKOTA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
DarkLight