Warga Meninggal usai Vaksinasi, Anies Minta Skrining Diperketat

Oleh: Riyan Setiawan - 10 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Anies meminta Kemenkes agar dibuatkan tambahan ketentuan screening untuk bisa mencegah terjadinya risiko fatalitas sebagai efek samping vaksin AstraZeneca.
tirto.id - Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan akan menunggu arah kebijakan Kementerian Kesehatan terkait kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) seorang pemuda berusia 22 tahun asal Buaran, Jakarta Timur bernama Trio Fauqi Virdaus yang meninggal sehari setelah disuntik vaksin AstraZeneca.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono perihal hal tersebut.

"Saya sudah berkoordinasi tadi siang jam 1 kami sampaikan kepada Pak Wakil Menteri Kesehatan bahwa kejadian ini perlu menjadi perhatian amat serius karena kita sedang membangun kepercayaaan masyarakat untuk mau melakukan vaksinasi," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menyarankan agar dibuatkan tambahan ketentuan screening untuk bisa mencegah terjadinya risiko fatalitas sebagai efek samping dari vaksin.

Anies menyampaikan kepada Wamenkes bahwa di beberapa negara Eropa terdapat pembatasan usia, bahwa vaksin Astrazeneca diutamakan diberikan kepada mereka yang berusia di atas 40 tahun dan di atas 60 tahun.

"Karena kita ketahui laporannya ada risiko pembekuan, kalau dilakukan vaksinasi pada orang-orang yang berusia relatif muda. Ini sudah disampaikan, lalu dari Kemenkes akan membahas, nanti kita tunggu arah kebijakannya," ucapnya.

Perihal kabar meninggal sehari setelah melakukan vaksinasi, Anies mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan penelitian lebih lanjut.

"Sedang diteliti, jadi pada fase ini kita belum tahu, kita tunggu hasilnya. Tapi dari perisitwa ini kita harus memiliki kesimpulan dan harapannya memiliki arah kebijakan seperti apa," tuturnya.

Anies belum bisa memastikan apakah akan menghentikan sementara vaksinasi Astrazeneca setelah terjadi peristiwa tersebut.

"Kita tunggu dari Kemenkes saja. Sampai dengan saat ini belum ada arah kebijakan yang berubah. Jadi masih sama," ujarnya.


Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight