Wapres Bangga pada Film Athirah dan Ucapkan Terimakasih

Oleh: Mutaya Saroh - 7 November 2016
Dibaca Normal 2 menit
Wakil Presiden Jusuf Kalla bangga pada film “Athirah” yang telah berhasil menjadi film terbaik dalam Festival Film Indonesia 2016. Film yang menceritakan tentang kehidupan ibuda Jusuf Kalla itu disutradarai oleh Riri Reza dan diproduseri oleh Mira Lesmana.
tirto.id - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla bangga pada film “Athirah” yang telah berhasil menjadi film terbaik dalam Festival Film Indonesia 2016. Film yang menceritakan tentang kehidupan ibuda Jusuf Kalla itu disutradarai oleh Riri Reza dan diproduseri oleh Mira Lesmana.

"Saya berterima kasih kepada seluruh produser, sutradara, dan pemain," kata Wapres di Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara setelah melakukan kunjungan kerja ke Bali, Senin, (7/11/2016) seperti dilaporkan oleh kantor berita Antara.

Film yang isinya mengenai sosok ibu yang tabah dan pekerja keras ini dinilai sangat menginspirasi.

"Film ini menceritakan bagaimana sosok ibu yang tabah dan pekerja keras, namun tetap mengasuh keluarga dengan baik," tutur Kalla.

Pada FFI 2016, Athirah meraih sejumlah penghargaan antara lain sebagai film terbaik, sutradara terbaik (Riri Reza), pemeran utama wanita terbaik (Cut Mini), penata busana terbaik (Chitra Subyakto), penulis skenario adaptasi terbaik (Salman Aristo dan Riri Reza), pengarah artistik terbaik (Eros Efin).

Sementara itu, nominasi pemeran utama pria dan wanita terbaik FFI 2016 diraih oleh Reza Rahardian dan Cut Mini.

Berikut daftar pemenang FFI 2016.

Film terbaik : Athirah, produser Mira Lesmana
Sutradara terbaik : Riri Reza dalam film Athirah
Pemeran utama pria terbaik : Reza Rahardian dalam film My Stupid Boss
Pemeran utama wanita terbaik : Cut Mini dalam film Athirah
Pemeran pendukung pria terbaik : Alex Abbad dalam film My Stupid Boss
Pemeran pendukung wanita terbaik : Raihaanun dalam film Salawaku
Film dokumenter pendek terbaik : Mama Amamapare, sutradara Yonri S. Revolt dan Febian Kakisina, produksi Eagle Institute Indonesia
Film dokumenter panjang terbaik : Gesang Sang Maestro Keroncong, sutradara Marselli Sumarno, produksi Visinema
Penata musik terbaik : Anto Hoed dan Melly Goeslaw dalam film Ada Apa Dengan Cinta? 2
Lagu tema terbaik : Ratusan Purnama dalam film Ada Apa Dengan Cinta? 2
Pengarah sinematografi terbaik : Faozan Rizal dalam film Salawaku
Penata efek visual terbaik : Andi Novianto dalam film Headshot
Penyuting gambar terbaik : Wawan I. Wibowo dalam film My Stupid Boss
Penata busana terbaik : Chitra Subyakto dalam film Athirah
Penulis skenario asli terbaik : Jujur Prananto dalam film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara
Penulis skenario adaptasi terbaik : Salman Aristo dan Riri Reza, film Athirah
Pengarah artistik terbaik : Eros Eflin dalam film Athirah
Film animasi terbaik : Surat Untuk Jakarta, sutradara Andre Sugianto, Aditya Prabaswara dan Ardhira Anugrah Putra, produksi Pijaru
Film pendek terbaik : Perenjak, sutradara Wregas Bhanuteja, produksi Studio Batu
Pemeran anak terbaik : Elko Kastanya dalam film Salawaku

Baca juga artikel terkait FESTIVAL FILM INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Mutaya Saroh
(tirto.id - Film)

Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh