Menuju konten utama

Update Harga Pangan: Beras dan Daging Sapi Alami Kenaikan

Update harga pangan pada hari ini, Jumat (16/9/2022) menunjukkan harga beras dan daging sapi mengalami kenaikan.

Update Harga Pangan: Beras dan Daging Sapi Alami Kenaikan
Pekerja membersihkan beras yang akan dijual di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Rabu (14/9/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

tirto.id - Update harga pangan pada hari ini, Jumat (16/9/2022) menunjukkan harga beras dan daging sapi mengalami kenaikan. Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Nasional (PIHPS) beras kualitas super I mengalami kenaikan 0,38 persen menjadi Rp13.350/kg.

Selanjutnya, harga beras kualitas super II juga mengalami kenaikan 0,39 persen menjadi 13.000/kg. Sementara beras kualitas bawah I stabil di angka Rp10.950/kg. Lalu beras kualitas bawah II stabil di angka Rp10.700/kg.

Tak hanya beras, harga daging sapi juga tercatat mengalami kenaikan. Daging sapi kualitas I secara rata-rata nasional naik 0,11 persen dibandingkan kemarin menjadi Rp137.650/kg. Harga daging sapi kualitas II secara nasional juga mengalami kenaikan lebih tinggi yaitu sekitar 0,31 persen yaitu menjadi Rp128.500/kg.

Rincian harga per daerah secara rata rata nasional harga daging masih di kisaran Rp130.000-150.000/kg. Misalnya, di DI Yogyakarta daging sapi dijual dengan harga Rp 136.250/kg, Jambi Rp136.250/kg, Sulawesi Tenggara Rp136.250/kg.

Kemudian harga mulai tinggi di kawasan Kepulauan Bangka Belitung Rp142.850/kg, Kalimantan Timur Rp142.900/kg, Aceh Rp143.350/kg, Sumatera Barat Rp143.750/kg, DKI Jakarta Rp145.850/kg, Kalimantan Barat Rp145.850/kg, Kalimantan Selatan Rp 149.150/kg kemudian di Kalimantan Tengah Rp153.450/kg.

Di sisi lain ada pula minyak goreng dan telur yang terpantau mengalami penurunan. Minyak curah terpantau mengalami penurunan 0,34 persen menjadi Rp14.500/kg. Kemudian minyak goreng kemasan mengalami penurunan 0,24 persen menjadi Rp20.900/kg. Serta telur secara rata rata nasional mengalami penurunan 0,33 persen menjadi Rp30.300/kg.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengklaim harga sembako usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) relatif stabil. Hal itu dikatakan Zulhas begitu sapaan akrabnya usai melakukan pemantauan di Semarang, Jawa Tengah.

"Kami tadi pagi melakukan pemantauan dan pengecekan harga sembako di Semarang, (harga) relatif stabil," katanya dikutip dari Antara, Senin (12/9/2022).

Dia mengakui pihaknya setiap hari melakukan pemantauan dan pengecekan harga sembako di berbagai daerah di Tanah Air usai kenaikan BBM. Dari hasil pemantauan dan pengecekan harga setiap hari tersebut ditemukan bahwa harga sembako relatif aman, stabil dan pasokan melimpah.

Sementara itu, saat ini pihaknya masih memfokuskan untuk penanganan akan terjadinya kenaikan angkutan, sehingga dapat memicu lonjakan harga sembako di pasaran.

Dia menjelaskan pihaknya bersama gubernur, wali kota dan bupati akan memberikan bantuan kepada pemilik atau perusahaan angkutan, jika kenaikan sembako di atas lima persen.

Zulhas mencontohkan, produk telur dari Banten dipasok ke Lampung, maka Pemerintah Lampung wajib memberikan bantuan kompensasi transportasi angkutan. Begitu juga produk cabai dari Jawa Tengah ke Banten, maka Pemerintah Banten membantu biaya kompensasi transportasi.

"Kami meyakini dengan pola seperti itu dipastikan tidak akan terjadi gejolak kenaikan harga bahan pokok," bebernya.

Sementara itu, dia mengajak gubernur, wali kota dan bupati agar setiap hari melakukan pemantauan dan pengecekan harga bahan pokok di pasaran.

"Kami optimistis harga sembako usai kenaikan BBM tidak terjadi gejolak harga di pasaran, karena pasokan berjalan lancar juga melimpah," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait UPDATE HARGA PANGAN atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang