Update Corona 12 April 2020: Kasus COVID-19 di Dunia Capai 1,7 Juta

Penulis: Dipna Videlia Putsanra , tirto.id - 12 Apr 2020 10:23 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Korban meninggal karena virus corona COVID-19 di Amerika Serikat (AS) melampaui Italia.
tirto.id - Kasus virus corona COVID-19 di seluruh dunia mencapai 1.777.517 menurut data dari Universitas John Hopkins pada Minggu (12/4/2020) pukul 10.00 WIB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108.862 dinyatakan meninggal dunia dan 404.236 berhasil sembuh dari penyakit yang menyerang pernasapasan ini.

Korban meninggal karena virus corona COVID-19 di Amerika Serikat (AS) melampaui Italia dan menjadi yang tertinggi di dunia, dengan jumlah kematian lebih dari 20.000. Kasus virus corona juga membebani sistem 911 Kota New York lebih dari sebelumnya.

Dengan daerah New York yang masih dalam krisis, ketakutan meningkat atas penyebaran momok ke jantung negara.

Sebanyak 24 penghuni panti jompo Indiana yang terkena COVID-19 telah meninggal, sementara panti jompo di Iowa melaporkan 14 kematian. Kabupaten Cook di Chicago telah menyiapkan kamar jenazah sementara yang dapat menampung lebih dari 2.000 jenazah.

Di Eropa, negara menggunakan penghalang jalan, drone, helikopter, patroli yang dipasang dan ancaman denda untuk mencegah orang bepergian selama akhir pekan Paskah. Dengan infeksi dan kematian melambat di Italia, Spanyol, dan tempat-tempat lain di Eropa, pemerintah mulai mengambil langkah tentatif untuk melonggarkan lockdown selama seminggu.

"Jangan melakukan hal-hal konyol," kata Domenico Arcuri, komisaris khusus Italia untuk virus darurat. "Jangan keluar, teruslah berperilaku bertanggung jawab seperti yang telah kamu lakukan sampai hari ini, gunakan pikiranmu dan rasa tanggung jawabmu."

Pusat wabah telah lama bergeser dari Cina ke Eropa dan Amerika Serikat, yang sekarang memiliki jumlah terbesar kasus terkonfirmasi - lebih dari setengah juta - dan jumlah kematian lebih tinggi dari jumlah Italia, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.

Presiden Donald Trump dan para pejabatnya telah membuat janji-janji untuk membantu masyarakat di tengah pandemi corona. Namun, diwartakan AP News, orang AS masih belum mendapat persediaan medis dan bantuan keuangan dari pemerintah pada saat mereka sangat membutuhkannya.

Eropa berusaha membujuk penduduknya untuk tinggal di rumah menjelang liburan Paskah dan cuaca cerah yang menggoda warga untuk keluar rumah.

Para dokter di seluruh dunia mencoba mencari tahu bagaimana COVID-19 membunuh pasien sehingga mereka dapat mencoba cara-cara baru untuk melawan balik.

Kongo, yang telah memerangi wabah Ebola yang menewaskan ribuan orang, sekarang juga harus menghadapi pandemi coronavirus.

Para pemimpin di Iran memutuskan untuk membuka kembali kantor-kantor pemerintah setelah penutupan nasional yang singkat di tengah wabah virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 4.300 orang di negara itu.

Peningkatan kasus virus baru-baru ini di Cina sebagian besar disebabkan oleh orang yang datang dari luar negeri.

Walt Disney World berencana untuk berhenti membayar upah kepada 43.000 pekerja sambil membiarkan mereka mempertahankan tunjangan mereka hingga satu tahun dalam gelombang cuti terbesar sejak taman hiburan ini ditutup pada Maret 2020.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH

DarkLight