Menuju konten utama

UEA Kirim 30 Juta Barel Minyak ke RI, SKK Migas: Gratis Ongkir

RI dapat pasokan 30 juta barel minyak dari UEA secara gratis ongkos kirim. Angin segar bagi ketahanan energi di tengah gejolak geopolitik.

UEA Kirim 30 Juta Barel Minyak ke RI, SKK Migas: Gratis Ongkir
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto (kedua kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (tengah) dalam acara peresmian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, berujar Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) bakal mengirimkan 30 juta barel minyak ke Indonesia.

Menurut dia, pengiriman puluhan juta barel minyak tersebut dilakukan tanpa biaya modal kerja (working capital) serta tanpa biaya pengiriman alias gratis ongkos kirim (ongkir).

"Duta Besar Abu Dhabi menyampaikan bahwa Pemerintah Arab segera akan mengirim minyaknya ke Indonesia sejumlah 30 juta barel tanpa biaya [ongkir], tanpa working capital, termasuk untuk kapalnya," urainya dalam acara INPEX-FEED Completion Ceremony di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Djoko menyatakan, kabar itu diterima usai ia mendampingi Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Duta Besar UEA dan Presiden Direktur Mubadala Energy.

Kata dia, pengiriman minyak tersebut merupakan kabar baik bagi Tanah Air di tengah situasi geopolitik yang tak kunjung menentu.

Djoko mengaku turut menyampaikan soal perkembangan tahapan FEED proyek gas di Andaman, Aceh.

"Tadi mendampingi Pak Menteri [Bahlil], menerima Duta Besar Abu Dhabi bersama Presiden Direktur Mubadalah yang beliau melaporkan salah satunya untuk FEED dari proyek gas di Andaman di Aceh," urai Djoko.

Baca juga artikel terkait IMPOR MINYAK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah