Menuju konten utama

Tujuh Sebab Manchester United Berhentikan Van Gaal

Media olahraga Inggris Sky Sports, menilai, terdapat setidaknya tujuh faktor yang menyebabkan Louis Van Gaal dipecat oleh manajemen Manchester United, mulai dari kesalahan menempatkan pemain hingga perubahan gaya bermain yang menyebabkan tim tersebut tidak produktif dalam jumlah gol.

Tujuh Sebab Manchester United Berhentikan Van Gaal
Louis Van Gaal. Foto/Shutterstock.

tirto.id - Louis van Gaal dipecat sebagai manajer Manchester United beberapa jam lalu untuk segera digantikan oleh Jose Mourinho yang akan diumumkan Selasa ini. Menurut media olahraga Inggris Sky Sports, terdapat setidaknya tujuh faktor yang menyebabkan pelatih asal Belanda dipecat oleh manajemen Tim Setan Merah itu.

Yang pertama adalah ketika United mengeluarkan dana luar biasa besar 250 juta pound (Rp4,89 triliun) setelah menunjuk Van Gaal sebagai manajer, dengan mendatangkan beberapa pemain mahal.

Investasi sebesar itu jelas membuat ekspektasi fans di Old Trafford untuk memuncaki Liga Utama Inggris kembali naik setelah masa merana 2013/2014 di bawah David Moyes. Namun, Van Gaal justru tidak mampu memadukan dan meracik para pemain mahal itu.

Dari 13 pemain baru yang direkrut Van Gaal, hanya Luke Shaw (ketika bugar) dan Anthony Martial yang selalu menjadi starter, sedangkan para pemain baru seperti Ander Herrera, Morgan Schneiderlin, Marcos Rojo dan Memphis Depay malah keluar masuk tim padahal harga mereka tinggi sekali.

Van Gaal juga dinilai salah dalam menggunakan pemain andalan United, Wayne Rooney. Performa gol yang buruk dari kapten Manchester United pada musim 2015/2016 adalah faktor besar yang membuat tim kepayahan selama musim itu.

Kendati Rooney hanya mencetak dua gol sebelum pergantian tahun, Van Gaal tetap saja menunjuk dia sebagai ujung tombak pada saat si striker mahal Anthony Martial bermain lebih melebar.

"Mereka menginginkan pemain yang bisa mencetak gol," kata komentator Sky Sports yang juga legenda Arsenal Thierry Henry. "Mereka menginginkan orang yang berlari cepat di belakang. (Martial) masuk dan melakukan itu. Tiba-tiba dia kini mendapati dirinya di luar itu, nyaris tidak menyentuh bola."

"Andai saya memiliki pemain seperti itu, saya akan memilihnya pada posisi nomor 9 dan para pemain lainnya mengawal dia."

Yang ketiga, Van Gaal tidak pernah konsisten dalam memasang susunan posisi pemainnya dan kerap sulit menarik logika di balik pilihan-pilihan mantan pelatih Tim Nasional Belanda tersebut.

Ia terlihat tidak pernah yakin pada susunan tim terbaiknya sampai pertandingan terakhirnya. Juan Mata dan Martial sering bermain di luar posisi seharusnya, sedangkan para pemain seperti Herrera dan Schneiderlin sering dibangkucadangkan atau sama sekali tidak dipakai.

Keempat, ia juga terlalu sering bergonta-ganti pemain. Di bawah asuhannya, United telah memasang 33 pemain berbeda pada Liga Utama Inggris musim 2015/2016, hanya kalah satu pemain dari Liverpool (34).

Gaya bermain tim menjadi hal berikutnya dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan Van Gaal. United menjelma menjadi dengan rata-rata penguasaan bola tertinggi di Liga Utama Inggris.

Perubahan gaya tersebut menggiring pada faktor lain penyebab Van Gaal dipecat. Dengan berpusat pada penguasaan bola, United kemudian terjerembab pada produktivitas gol. Klub itu mencetak rekor gol paling sedikit pada musim ini dengan 49 kali mencetak gol. Penampilan statis dan tidak imajinatif sangat sulit diterima oleh pendukung Manchester United yang sudah terbiasa dengan gaya menyerang yang dipraktikkan tim tersebut selama era Sir Alex Ferguson.

Terakhir, ia sering membuat pernyataan yang tidak membantu mengangkat moral tim, namun sebaliknya menganggap kekalahan tim adalah bagian yang wajar dari transisi yang sedang dikerjakan olehnya.

"Mereka bilang sebuah klub seperti Manchester United harus menang. Itu masa lalu," kata Van Gaal Desember lalu. "Mereka berharap banyak tetapi saya kira harapan itu terlalu banyak, dan kami adalah tim dalam transisi."

Baca juga artikel terkait MANCHESTER UNITED

tirto.id - Olahraga
Sumber: Antara
Penulis: Ign. L. Adhi Bhaskara
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara