TNI Pastikan Prajuritnya Aman dari Ledakan di Beirut, Lebanon

Oleh: Andrian Pratama Taher - 5 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Sebanyak 1.234 prajurit TNI di Lebanon tergabung dalam Satgas Konga XXIII-N/United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).
tirto.id - Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang menyatakan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda XXIII-N/United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL) dalam kondisi aman setelah adanya insiden ledakan besar di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8) waktu setempat.

"Kondisi satgas dalam keadaan Aman," kata Victor saat dikonfirmasi reporter Tirto, Rabu (5/8/2020).

Berdasarkan penuturan Victor, jumlah personel Satgas Konga XXIII-N/United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL) sebanyak 1.234 orang. Jumlah ini terbagi dalam delapan satgas yang terdiri dari FHQSU, FPC, MPU, CIMIC, MCOU, Level Two Hospital, MTF (Maritime Task Force) dan Satgas Indobatt Yon Mekanis.

Victor menerangkan KRI Hasanuddin yang tergabung dalam MTF (MARITIME TASK FORCE) UNIFIL sedang bersandar di Mersin, Turki. Akan tetapi, TNI memprediksi dua unit kendaraan operasional di Pelabuhan Beirut mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut dan satu kapal satgas MTF milik Bangladesh.

Victor menambahkan prajurit Unifil pun turun ke lapangan untuk membantu penanganan ledakan di Beirut tersebut.

Ia menuturkan, 1 ambulans dari Hospital Lv. 1 ditambah tenaga medis Kapten Ckm dr. Doni Saputera, SpRad beserta 1 anggota Serka Syehta dan 1 Supir Ambulance India CSGT Musthaq Bhat sudah meluncur ke Beirut untuk membantu evakuasi korban ledakan atas perintah UNIFIL FC.

"Anggota kita satgas Hospital LEVEL 2, telah berangkat dari Naquora untuk membantu penanganan akibat ledakan tersebut," kata Victor.

Ledakan besar terjadi di dekat Beirut, Selasa (4/8/2020) waktu setempat. Sekitar 10 orang dikabarkan tewas dalam ledakan besar yang juga menggoyang satu kota Beirut.

Pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi setidaknya ada 1 WNI menjadi korban atas ledakan tersebut. WNI tersebut pun sudah mendapat penanganan medis dari pemerintah setempat.

"Ada (korban ledakan) seorang pekerja WNI sektor jasa. Yang bersangkutan sudah dirawat di RS dan telah kembali ke kediamannya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah saat dikonfirmasi reporter Tirto, Rabu.

Ledakan itu terjadi di wilayah pelabuhan yang terdapat gudang-gudang penampung bahan peledak, lokasi geografisnya (33,901750, 35,518238). Beberapa pengguna media sosial menyebut ini sebagai "warehouse 12 in Beirut port".

Ledakan itu membuat beberapa bangunan jangkung runtuh. Pecahan kaca dan reruntuhan balkon melukai banyak orang.

Ledakan itu memunculkan asap yang bewarna putih hingga kemerahan. Asap itu berbentuk seperti jamur yang membumbung ke langit dengan cepat. Hal itu berdasarkan penuturan saksi mata AFP.


Baca juga artikel terkait LEDAKAN BEIRUT atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto
DarkLight