tirto.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus mendorong penguatan ekosistem talenta digital di tanah air guna merespons pesatnya kemajuan teknologi.
Langkah ini diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mengedepankan kolaborasi, pemanfaatan teknologi, dan inovasi guna mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah program Innovillage yang kini telah memasuki tahun keenam. Memasuki penyelenggaraannya yang bekerja sama dengan Telkom University, program di bawah pilar TJSL BISA PandAI dan berusung jargon "Bersama Jadi Bisa" ini menjadi sarana mengasah kapasitas anak muda dalam merancang solusi digital berbasis kebutuhan warga.
Dalam rangkaian kegiatannya, Innovillage baru-baru ini menggelar Industrial & Social Innovation Ecosystem Forum. Pertemuan lintas sektor yang menghadirkan kalangan kampus, industri, pemerintah, hingga komunitas ini menjadi wadah sinergi untuk mempercepat transformasi digital nasional melalui gagasan-gagasan berbasis teknologi.
Secara akumulatif, Innovillage tahun ini merangkul lebih dari 10.664 mahasiswa dari bermacam perguruan tinggi. Hasilnya, tercipta 878 karya inovasi yang sudah diterapkan langsung di lapangan, 1.281 sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa, serta memberikan dampak positif bagi 39.084 penerima manfaat di 22 provinsi.
Bidang inovasi yang digarap cukup beragam, mulai dari pendidikan inklusif, ketahanan pangan, layanan kesehatan, pemeliharaan lingkungan, penguatan UMKM dan perempuan, hingga penerapan kecerdasan buatan (AI).
Vice President IT Digital Governance & Quality Telkom, Riza A.N. Rukmana, mewakili Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menyampaikan bahwa pengembangan talenta digital merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat daya saing bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
"Melalui Innovillage, TelkomGroup ingin terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi sosial berbasis teknologi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan masa depan digital Indonesia yang lebih berkelanjutan," ujar Riza dalam keterangannya, dikutip Jumat (18/9/2026).
Tak sekadar melahirkan ide baru, Innovillage juga menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menggembleng pola pikir kritis, kerja sama lintas bidang, serta merancang solusi yang aplikatif. Melalui proses ini, Telkom berharap mencetak generasi muda yang tak hanya cakap berteknologi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan bagi ekonomi dan sosial nasional.
Ke depannya, TelkomGroup berkomitmen memperluas jaringan kerja sama dengan para pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan program Innovillage. Langkah ini sejalan dengan arah transformasi digital perusahaan yang optimis bahwa pembinaan talenta muda secara konsisten akan menghadirkan para inovator masa depan penyokong daya saing bangsa.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































