Menuju konten utama

Tarik Minat Wisatawan, Ganjar Tata Kawasan Dieng

Tarik Minat Wisatawan, Ganjar Tata Kawasan Dieng

tirto.id - [caption id="attachment_35929" align="alignnone" width="1200"]Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) berbincang dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (tengah) dan Gubernur Jatim Soekarwo (kiri) saat pertemuan kelima Presiden Joko Widodo dengan Bupati se-Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/2). Pertemuan dengan Bupati Wilayah Jawa dan Maluku serta Gubernur di Pulau Jawa tersebut dilakukan agar rencana pembangunan nasional bisa sejalan dengan kebijakan di seluruh daerah. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Rei/pd/15. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) berbincang dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (tengah) dan Gubernur Jatim Soekarwo (kiri) saat pertemuan kelima Presiden Joko Widodo dengan Bupati se-Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/2). ANTARA FOTO/Andika Wahyu.[/caption]

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranomo mengatakan, pihaknya akan melibatkan Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia dalam menata kembali kawasan Dataran Tinggi Dieng. Hal tersebut untuk mengoptimalkan potensi wisata dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

“Saya mengajak arsitek-arsitek lansekap untuk menata kawasan Dataran Tinggi Dieng dan meminta masyarakat setempat ikut menjaga kelestarian lingkungan,” kata Ganjar, di Kabupaten Banjarnegara, Rabu (23/3/2016).

Menurut mantan anggota DPR RI tersebut, revitalisasi kawasan Dataran Tinggi Dieng masuk pada penyusunan rencana induk penataan empat kawasan wisata yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah.

Keempat kawasan wisata tersebut adalah Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Museum Purbakala Sangiran di Kabupaten Sragen serta Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara.

“Tahun ini kami review dengan anggaran dari pusat dan harapannya detail engineering design selesai pada tahun depan,” kata Ganjar.

Hal tersebut disampaikan Ganjar di sela kegiatan konservasi berupa penanaman tumbuhan jenis bambu gandani, terong dieng, dan kopi arabika di lereng serta penebaran 30 ribu ekor ikan nila hitam di Objek Wisata Telaga Merdada, Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

“Harapannya di bagian atas telaga tidak gundul tapi banyak ditumbuhi pohon yang dapat menampung air sehingga terkonservasi dengan baik,” ujarnya.

Pascapenebaran benih ikan nila hitam, kawasan Telaga Merdada ditutup bagi pemancing selama enam bulan agar ikan dapat tumbuh besar dan berkembang biak.

Telaga Merdada merupakan danau terluas di kawasan Dataran Tinggi Dieng itu, memiliki keunikan berupa tidak ada sumber air dan seluruh air yang menggenangi telaga berasal dari hujan.

Luas Telaga Merdada mencapai 25 hektare dan dikelilingi oleh dua bukit, yaitu Bukit Pangonan serta Bukit Semurup.

Sehari-hari, air yang ada Telaga Merdada digunakan para petani kentang dan kubis untuk mengairi areal sawahnya masing-masing. (ANT)

Baca juga artikel terkait DATARAN TINGGI DIENG atau tulisan lainnya

Reporter: Abdul Aziz