Tanggal Ujian UTBK 2021 & Apa Itu Sistem IRT Scoring di Tes SBMPTN

Oleh: Rizka Alifa Rahmadhani - 25 Maret 2021
Dibaca Normal 2 menit
Tanggal ujian SBMPTN 2021 telah ditetapkan oleh LTMPT terbagi dalam 2 gelombang, yakni di bulan April dan Mei.
tirto.id - Pendaftaran UTBK-SBMPTN 2021 telah dibuka sejak pertengahan bulan ini. LTMPT menetapkan pendaftaran UTBK-SBMPTN akan berlangsung selama 15 Maret sampai 1 April 2021.

Para siswa SMA/SMK sederajat calon lulusan 2021 dan lulusan SMA/SMK sederajat lulusa tahun 2019 dan 2020 mempunyai kesempatan mendaftar salah satu jalur masuk kampus negeri tersebut jika sudah melakukan registrasi akun LTMPT.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 membuka kesempatan bagi pendaftar untuk memasuki program studi di PTN, PTKIN, dan Politeknik Negeri. Terdapat 75 PTN, 11 PTKIN (Peguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), dan 40 Politeknik Negeri yang bisa dipilih oleh pendaftar SBMPTN 2021.

Pendaftar SBMPTN bisa memilih paling banyak 2 prodi dari kelompok saintek, soshum, dan campuran. Pemilihan prodi itu akan menentukan kelompok Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang akan diikuti pendaftar SBMPTN 2021. Dalam UTBK di SBMPTN 2021 terdapat 3 kelompok ujian, yakni:

  • Kelompok Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) dengan materi ujian TPS dan TKA Saintek (Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi).
  • Kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (Soshum) dengan materi ujian TPS dan TKA Soshum (Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi).
  • Kelompok Ujian Campuran (Saintek dan Soshum) dengan materi ujian TPS, TKA Saintek, dan TKA Soshum.

Mengutip laman ltmpt.ac.id, tujuan dari UTBK adalah memprediksi calon mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu serta memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengikuti tes secara fleksibel, yaitu memilih lokasi dan waktu tes.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menetapkan UTBK-SBMPTN 2021 akan digelar dua kali. Berikut jadwal tanggal pelaksanaan UTBK SBMPTN 2021 yang digelar dalam 2 gelombang:

  • Tanggal UTBK 2021 Gelombang I: 12 - 18 April 2021
  • Tanggal UTBK Gelombang II: 26 April - 02 Mei 2021.

Selain mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dalam UTBK-SBMPTN 2021, peserta seleksi ini juga perlu memahami sistem penilaian dalam tes tersebut. Penilaian UTBK 2021 masih memakai sistem IRT.


Apa itu IRT Scoring di UTBK?

Kepanjangan IRT adalah Item Response Theory. Tujuan penerapan sistem penilian IRT dalam tes adalah mengatasi kelemahan yang terdapat pada sistem penilaian lama.

Mengutip sebuah artikel dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (Vol. 17, No 6, 2011) terbitan Kemendikbud, Teori Respons Butir (Item Response Theory/IRT) biasa disebut juga Teori Ciri Laten (Latent Trait Theory/LTT) atau Lengkungan Karakteristik Butir (Item Characteristic Curve/ICC).

Dalam artikel berjudul "Implementasi Teori Responsi Butir (Item Response Theory) pada Penilaian Hasil Belajar Akhir di Sekolah" itu diterangkan bahwa teori respons butir mengembangkan model yang menghubungkan parameter butir dengan kemampuan peserta tes.

Asumsi lain di model teori respons butir adalah fungsi karakteristik yang secara khusus melukiskan hubungan variabel kemampuan yang tidak teramati dengan variabel kemampuan yang teramati.

Oleh sebab itu, dalam teori respons butir, setiap soal harus diwakili oleh satu Item Characteristic Curve atau ICC. Item Characteristic Curve merupakan pernyataan matematika yang berhubungan dengan probabilitas keberhasilan peserta tes sesuai dengan kemampuannya.

Sederhananya, IRT adalah sistem penilaian pada butir pertanyaan yang dijawab. Jika peserta ujian bisa mengerjakan soal yang sulit maka skornya tinggi.

Jadi, sistem penilaian ini tidak hanya mempertimbangkan jumlah soal yang bisa dijawab peserta tes dengan benar atau salah, tetapi juga melihat sulit tidaknya soal tersebut.

Merujuk ulasan di Buku Saku Sejarah UTBK-SBMPTN 2021, sistem penilaian IRT memperhitungkan karakteristik setiap soal, khususnya taraf kesulitan relatif dan sensitivitasnya dalam membedakan kemampuan peserta. Dengan kata lain, IRT menilai soal dari tingkat kesulitannya.

Masih menukil penjelasan dari buku yang sama, sistem IRT Scoring di UTBK terdiri atas 3 tahapan, yakni sebagai berikut:

Tahapan 1

Setiap jawaban benar akan dinilai dengan skor 1 poin dan setiap soal yang dijawab salah atau tidak dijawab mendapat skor 0. Dalam sistem terbaru ini, tidak ada nilai minus untuk setiap jawaban salah.

Tahapan 2

Pada tahap ini, sistem IRT ditekankan. Karakteristik setiap soal akan dianalisis, meliputi penilaian terhadap tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain. Selanjutnya, didasarkan pula pada pola respons jawaban seluruh peserta tes sehingga tingkat kesulitan soal dapat diketahui. Tingkat kesulitan soal akan dikategorikan menjadi soal relatif mudah, sedang, dan sulit.

Tahapan 3

Setelah memperoleh karakteristik dari tiap-tiap soal, karakteristik ini digunakan untuk menghitung skor peserta. Soal-soal yang relatif sulit mendapatkan bobot lebih tinggi daripada soal-soal yang relatif mudah.

Sebagai contoh, Adi mampu menjawab 3 soal dengan benar, yaitu nomor 3, 4, dan 9. Adapun Ria juga dapat menjawab 3 soal dengan benar, yakni nomor 4, 10, dan 12.

Adi dan Ria berpeluang memperoleh skor akhir yang berbeda karena butir soal yang dijawab benar oleh dua peserta ujian itu kemungkinan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

Butir-butir soal UTBK mempunyai daya untuk membedakan peserta berdasar kemampuan mereka. Daya suatu butir soal dapat membedakan antara peserta ujian yang telah menguasai materi yang ditanyakan, dengan peserta ujian yang belum menguasainya.

Dengan demikian, sistem IRT yang digunakan dalam memperhitungkan hasil UTBK peserta ujian dapat memberikan gambaran tentang kemampuan akademik masing-masing peserta ujian.


Baca juga artikel terkait UTBK 2021 atau tulisan menarik lainnya Rizka Alifa Rahmadhani
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Rizka Alifa Rahmadhani
Penulis: Rizka Alifa Rahmadhani
Editor: Addi M Idhom
DarkLight