tirto.id - Pembangunan Tandon Puri Bintaro Hijau 2 yang dibangun pada 2022 dengan anggaran mencapai Rp3,5 miliar memicu keluhan warga di RT 03 RW 09, Kelurahan Pondok Aren. Alih-alih mencegah banjir, tanggul setinggi 1,5 meter itu dituding sebagai biang kerusakan. Warga menyebut fungsi utama tandon sebagai pengendali air sama sekali tidak berjalan.
Warga melaporkan bahwa tanggul tersebut justru membendung aliran air danau, menyebabkan luapan ke permukiman saat volume air meningkat. Pintu air yang seharusnya berfungsi sebagai pembuang air seringkali tidak dioperasikan, sehingga infrastruktur senilai miliaran rupiah itu menjadi tidak efektif dan malah memperparah genangan.
“Dulu sebelum ditanggul, jarang banjir. Tapi setelah ada tanggul, air jadi nggak jalan. Pintu buangan juga kadang nggak dibuka, jadi air meluap,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/8/2025) malam.
Ia menilai, sistem buangan air di tandon tersebut tidak berfungsi maksimal karena pintu air kerap tidak dibuka. Akibatnya, setiap kali debit danau naik, air meluber ke permukiman sekitar.
“Air buangan kadang nggak dibuka. Jadi semua semua samping danau,” tambahnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera mencari solusi agar masalah banjir tidak terus terjadi.
“Harus ada solusinya, nggak bisa gini terus. Biar wali kota tahu, biar juga lurah dan camat turun melihat kondisi di lapangan,” ucapnya.

Menurut keterangan warga air mulai naik dari Kamis malam, namun pada Jumat malam (29/8/2025) air sudah surut. Meski demikian, warga selalu was-was jika hujan turun karena air selalu naik ke tempat tinggal mereka.
Lurah Pondok Aren, Romi Amirudin, sempat berjanji meninjau lokasi pada Kamis (28/8/2025). Namun, menurut pengakuan warga, hingga Jumat (29/8/2025), janji itu tidak ditepati.
"Saya dan warga sudah nunggu dari habis Subuh. Sampai waktu salat Jumat pun tidak datang," ujarnya.
Camat Pondok Aren, Hendra, serta pejabat Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Roby Cahyadi dan Eka Pribawa juga belum memberikan tanggapan atas keluhan ini.
Proyek yang dikerjakan CV Danapati Selatan Raya pada 2022 ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp3,3 miliar. Selain itu, tercatat juga anggaran untuk kegiatan pengawasan proyek sebesar Rp135,4 juta yang dimenangkan oleh PT Karya Pratama Konsulindo.
Dengan anggaran yang tidak sedikit, warga berharap fungsi tandon yang dibangun sejak 2022 ini dapat segera diperbaiki agar tidak menjadi pemborosan uang negara dan sumber masalah yang berkelanjutan.
=====
Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id

































