Tak Sekadar Keberuntungan dari Video Joget Viral

Staf Kedutan Besar Amerika Serikat untuk Jepang mengucapkan selamat Natal dengan menarikan Koi Dance yang disebar melalui media sosial. YOUTUBE/US Embassy Tokyo
Oleh: Aulia Adam - 28 Desember 2016
Dibaca Normal 2 menit
Satu per satu video joget yang viral di jagat internet bermunculan. Setelah Psy dengan gangnam style hingga kehebohan Pen Pineapple Apple Pen (PPAP) oleh Piko Taro, video viral sejenis silih berganti bermunculan. Dari sebuah keberuntungan?
tirto.id - Keceriaan Natal tergambar jelas di video viral ini. Seorang wanita berpakaian sinterklas membuka video dengan sebuah tarian, dilanjutkan sejumlah orang lain yang berdiri di depan lambang negara Amerika Serikat dan bendera Jepang. Ada salju, pohon Natal, topi santa dan pernak-pernik Natal lainnya di video itu. Orang-orang ini diiringi sebuah lagu yang membawa mereka hanyut dalam keceriaan.

Caroline Kennedy, Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang, yang juga anak dari almarhum Presiden AS John F. Kennedy membagikan ucapan selamat Natal lengkap dengan sebuah tarian konyol, dan baju sinterklas. Mulai diunggah 20 Desember kemarin, video tersebut sedikitnya sudah ditonton 4,7 juta kali dan tentunya akan terus bertambah.

Caroline yang aktif sebagai Dubes sejak Juli 2013 lalu, memutuskan menyebarkan keceriaan Natal lewat video konyol tersebut. Ia menyuruh seluruh stafnya dari Sapporo, Nagoya, Osaka, Fukuoka, dan Naha untuk terlibat dalam tarian bernama Koi Dance tersebut. Tak dinyana, video itu malah viral dan disambut baik rakyat Jepang via YouTube. Tarian itu jadi fenomena dunia, sejumlah video tiruan menyusul di Youtube, pertanda Koi Dance disambut baik.

Di Jepang, Koi Dance sudah lebih dulu tenar sejak awal Desember. Tarian itu dipopulerkan sebuah acara televisi berjudul "We Married as A Job" yang selalu memutar video para pemainnya menarikan tarian itu di akhir acara. Dinyanyikan oleh aktor utama acara tersebut, Gen Hoshino, tarian Koi, yang berarti cinta itu jadi fenomenal.

“Kami yakin kalau (video) ini akan dinikmati masyarakat. Tapi enggak nyangka kalau bisa jadi sepopuler ini,” kata Jonas D. Stewart juru bicara Dubes AS di Tokyo kepada The New York Times.

Video musik aslinya yang dinyanyikan oleh Gen Hoshino sedikitnya sudah ditonton 64,14 juta kali di YouTube. Membuat "Koi" sebagai lagu Hoshino paling laku selama kariernya. Japan Times bahkan menyebut lagu tersebut sebagai titik pendobrak nama Hoshino dikenal masyarakat.

Mereka mencatat video musik Koi dari Hoshino sebagai video musik paling cepat tenar dari Jepang selama tahun ini. Ini mengalahkan Pen Pineapple Apple Pen (PPAP) dari Piko Taro yang dalam bulan pertamanya hanya ditonton 1 juta kali.



Viral PPAP dan Koi Dance

Video PPAP memang sudah ditonton lebih dari 103 juta kali. BBC mencatat, PPAP punya nasib berkebalikan dengan Koi Dance. Meski sudah meledak di ranah internasional, PPAP tidak terlalu jadi trending di Jepang. Ini bermula saat Justin Bieber mencuitkan tautan PPAP di YouTube lengkap dengan endorsement: Video favoritku di Internet, kesuksesan Piko Taro tak terbendung menjadi viral.

Tarian dan lagu yang dinyanyikannya menarik perhatian dunia. Piko Taro jadi bintang tamu di banyak acara bincang-bincang lokal di Jepang dan internasional. Ia sempat duet dengan Sesame Street.

Seperti dilansir dari BBC, PPAP punya semua komponen untuk jadi video viral: irama yang mudah diingat, lirik konyol, dan beberapa patah tarian yang terus diulang-ulang sebagai daya tarik tambahan. Tentunya selalu ada uang di balik sesuatu yang viral.

Piko Taro yang sebenarnya adalah seorang DJ, aktor, pengisi suara, dan komedian ini menampik kalau dia dapat uang banyak dari ketenaran video PPAP-nya. Setelah lagunya masuk di deretan tangga lagu Billboard di posisi 77, masuk Guiness Record sebagai lagu paling pendek yang pernah masuk Billboard, dan dapat kontrak rekaman internasional, Piko Taro malah berucap, “Aku belum terima seperak yen pun dari lagu itu,” katanya di acara bincang-bincang Nonstop! Di Jepang.

Tentu pernyataannya itu disangsikan banyak orang. PPAP berada di puncak tangga lagu di Jepang, terdaftar sebagai lagu berbayar di iTunes, dan ada banyak sekali iklan yang muncul di videonya di YouTube. Pernyataan Piko Taro sangat wajar diragukan. Berkaca dari Gen Hoshino dengan Koi Dance-nya. Ia dipanggil di banyak acara bincang-bincang, panggilan naik panggung melonjak, iklan dari media sosial juga membludak.

Kisah Koi Dance dan PPAP dari Jepang bukanlah satu-satunya kisah joget viral yang pernah muncul di dunia maya. Sebelumnya ada Rae Sremmurd dengan Black Beatles-nya yang terkenal dengan Mannequin Challenge, Zay Hillfigerr dengan Juju on The Beat, Psy dengan Gangnam Style, Beyonce dengan Single Ladies, dan Silento dengan Watch Me (Whip/Nae Nae).

Di Indonesia, ada Jug Gijag Gijug tarian Cesar dari program Yuk Keep Smile Trans TV juga pernah jadi joget viral. Kemudian diikuti tarian Bang Jali dari pelawak Denny Cagur.

Senior Wakil Presiden Divisi Analisis Nielsen Entertainment David Bakula mencoba menjelaskan fenomena ini. Menurutnya, di era serba digital, kecenderungan orang-orang untuk terlibat sesuatu yang dianggap keren sangat besar.

“Orang-orang mau menari, dan menonton tarian yang mereka tarikan dan posting sendiri,” kata Bakula pada USA Today. “Tapi semua ini bukan cuma tentang visual: orang-orang sebenarnya juga menyukai irama lagunya. Ini menunjukkan kalau audio adalah aspek yang penting.”

Kisah Koi Dance dan PPAP barangkali sebagai video yang berawal dari keberuntungan, dengan didukung oleh visual dan audio yang menarik hati massa internet. Namun, Watch Me (Whip/Nae Nae) dari Silento sesuatu yang lain. Watch Me (Whip/Nae Nae) sejak awal memang dirancang untuk viral. Perusahaan yang jadi dalang kesuksesan ini bernama DanceOn, yang co-foundernya adalah Madonna.

CEO DanceOn Amanda Taylor menggambarkan perusahaan ini sebagai jaringan digital yang mempromosikan hasil kerja para pembuat konten tarian. Mereka punya 1.200 pencipta yang merekam karya mereka, untuk diekspos dan dijual DanceOn pada manajemen-manajemen iklan tertentu.

“Orang-orang merekam diri mereka sendiri cuma membicarakan pakaian mereka, games yang mereka mainkan, dan jadi terkenal karena itu,” kata Taylor.

Kenyataannya memang, tak semua irama dan gerak bisa menggetarkan hati banyak orang, dan tak semua orang punya bakat menjadikan itu semua jadi viral. Kisah Koi Dance dan PPAP bisa jadi adalah contoh nyata keberuntungan itu memang ada, tapi Watch Me (Whip/Nae Nae) justru berkebalikan. Anda pun bisa berkreasi mengikuti jejak mereka, tanpa atau dengan keberuntungan.

Baca juga artikel terkait JOGET VIRAL atau tulisan menarik lainnya Aulia Adam
(tirto.id - Gaya Hidup)

Reporter: Aulia Adam
Penulis: Aulia Adam
Editor: Suhendra
DarkLight