CORE:

Tahun Politik, Pemerintah Catat Rekor Kebut Realisasi Dana Bansos

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 31 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Center of Reform on Economics (CORE) menyoroti tingginya realisasi belanja pemerintah untuk bantuan sosial (bansos) sepanjang tahun 2019 ini.
tirto.id - Center of Reform on Economics (CORE) menyoroti tingginya realisasi belanja pemerintah untuk bantuan sosial (bansos). Ekonom CORE, Akhmad Akbar Susamto mencatat per semester I 2019 ini, anggaran bantuan sosial sudah terealisasi di atas 70 persen padahal masih tersisa 6 bulan lagi bagi pemerintah untuk menanggung beban penduduk yang berada di garis kemiskinan hingga akhir tahun 2019.

Akhmad mengatakan tren belanja pemerintah ini terlihat mengalami percepatan yang disengaja. Bertepatan dengan tahun politik, ia pun tak heran bilamana tiba-tiba belanja anggaran ini begitu melesat saat rata-rata pos penyerapan APBN lainnya tidak begitu cekatan.

Meskipun demikian, Akhmad mengapresiasi bila dampak dari percepatan realisasi bansos ini memang terbukti berdampak positif bagi penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan.

“Tren kinerja ini bisa berlanjut tapi capaian ini gak gratis. Kenapa kinerja kesejahteraan bagus? Karena belanja pemerintah besar di Bansos. 2019 itu tahun politik bansos angka meningkat lalu realisasi dipercepat,” ucap Akhmad dalam konferensi pers bertajuk “Konsolidasi Domestik Pasca Pemilu di Tengah Tekanan Global” di Hongkong Café, Gondangdia pada Selasa (30/7/2019).

Per Juni 2019, realisasi anggaran bansos 72,63 persen dari pagu APBN 2019. Senilai Rp70,49 triliun per semester I 2019 dari total Rp97,06 triliun. Lalu Program Keluarga Harapan (PKH) sudah 82,4 persen dari alokasi atau Rp26,9 triliun.

Penarikan uang muka iuran Penerimaan Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencapai 90,9 persen dari alokasi atau Rp24,3 triliun.

“Realisasi APBN kita rata-rata rendah tapi paling tinggi itu belanja bansos. Per semester I 2019 sudah 73 persen ini rekor. PKH juga 84,4 persen dari pagu ini rekor dulu gak kayak gitu,” ucap Akhmad.

Ketika ditanya mengenai nasib bantuan sosial yang hanya tersisa rata-rata kurang dari 30 persen total pagu, Akhmad mengatakan kini pemerintah hanya bisa berharap bila efek bantuan itu cukup panjang sampai akhir tahun. Sebab sepengetahuan Akhmad tidak akan ada penambahan anggaran untuk bansos kalau realisasi tiap programnya sudah mencapai 100 persen dari pagu.

“Apakah semester 2 bisa dipertahankan? Kita harap itu bisa diperbaiki, tapi anggaran sudah dihabiskan lebih dari separuh. Jika efek anggaran bisa bertahan sampai September aja udah bagus. Tapi kalau sudah habis [efeknya] ya keliatan,” ucap Akhmad.


Baca juga artikel terkait DANA BANSOS atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight