Menuju konten utama

Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Partai Tak Tahu Harga BBM Disubsidi

Seperti halnya dengan massa pemilih partai, mayoritas pendukung capres juga tidak tahu bahwa harga BBM disubsidi pemerintah.

Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Partai Tak Tahu Harga BBM Disubsidi
Sejumlah anggota dan kader PKS Kota Bogor melakukan aksi "flash mob" di jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/9/2022). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nym.

tirto.id - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Subsidi BBM di Mata Pemilih Partai” yang disampaikan dalam program ‘Bedah Politik Bersama Saiful Mujani’ di kanal YouTube SMRC TV pada Sabtu, 10 September 2022, menunjukkan bahwa mayoritas pemilih partai politik (parpol) dan calon presiden (capres) tidak mengetahui harga bahan bakar minyak (BBM) yang dikonsumsi di Indonesia disubsidi oleh pemerintah.

Dilansir dari rilis yang diterima Tirto pada Sabtu (10/9/2022) berdasarkan hasil survei SMRC tersebut, mayoritas pemilih partai tidak tahu harga BBM disubsidi, kecuali pada pemilih Partai Nasional Demokrat (Nasdem), yang tahu dan tidak tahu sama-sama 50 persen.

Lalu, pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 42 persen tahu dan 58 persen tidak tahu, pemilih Partai Demokrat 41 persen tahu dan 59 persen tidak tahu, serta pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masing-masing 37 persen tahu dan 63 persen tidak tahu.

Selanjutnya, pemilih Partai Amanat Nasional (PAN) 34 persen tahu dan 66 persen tidak tahu harga BBM disubsidi, pemilih Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 29 persen tahu dan 71 persen tidak tahu, pemilih Partai Golongan Karya (Golkar) 28 persen tahu dan 72 persen tidak tahu, serta terendah yang tidak mengetahui yaitu pemilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 21 persen tahu dan 79 persen tidak tahu.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani menyatakan cukup terkejut dengan fakta bahwa mayoritas massa pemilih PKS dan PAN juga tidak tahu harga BBM disubsidi.

“Kedua partai tersebut selama ini dikenal cenderung lebih melek literasi dibanding pemilih partai lain. Sementara partai seperti PPP bisa dipahami karena basis sosial PPP memang kebanyakan di wilayah perdesaan,” kata dia.

Seperti halnya dengan massa pemilih partai, mayoritas pendukung capres juga tidak tahu bahwa harga BBM disubsidi pemerintah. Di mana ada 61 persen pendukung Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak tahu harga BBM disubsidi dan 39 persen tahu, 68 persen pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak tahu dan 32 persen tahu, serta terendah yang tidak mengetahui yaitu pendukung Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan 69 persen tidak tahu dan 31 persen tahu.

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022 lalu. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum (pemilu), yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1.220 responden. Response rate sebesar 1053 atau 86 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Baca juga artikel terkait KENAIKAN HARGA BBM atau tulisan lainnya dari Farid Nurhakim

tirto.id - News
Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri