Soal Berita Asia Sentinel, SBY Minta Jokowi Perjuangkan Kebenaran

Oleh: Alexander Haryanto - 20 September 2018
Dibaca Normal 1 menit
“Saya mohon izin Bapak Presiden Jokowi untuk perjuangkan kebenaran ini, demi martabat dan kehormatan saya sebagai mantan Presiden,” ungkap SBY.
tirto.id - Media asal Hong Kong, Asia Sentinel meminta maaf kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat. Permintaan maaf ini ditayangkan di website Asia Sentinel atas pemberitaan mereka sebelumnya yang mengaitkan pemerintahan SBY dengan skandal Bank Century.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengatakan dirinya sudah membaca permintaan maaf dan pencabutan berita yang ditulis oleh John Berthelsen tersebut.

“Saya sudah baca permintaan maaf dan pencabutan artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen yang berisi fitnah besar terhadap SBY dan Partai Demokrat,” kata SBY melalui akun Twitter-nya, yang dikutip Tirto Kamis, (20/9/2018).

SBY mengatakan, dirinya sudah memberikan maaf meskipun ia mengaku namanya dan Partai Demokrat telah dirusak sedemikian rupa. “Saya ucapkan terima kasih kepada media massa yang berkenan memuat permintaan maaf Asia Sentinel ini. Saya rindu pers seperti ini,” kata dia.

Kendati sudah meminta maaf, SBY mengaku akan tetap membongkar kasus ini hingga menemukan titik terang. “Skandal fitnah ini libatkan elemen asing dan bangsa sendiri. Tim Investigasi akan terus bekerja (di dalam dan di luar negeri) hingga tuntas,” lanjut dia.

“Kalau tidak dibongkar sampai akar-akarnya, setiap saat fitnah keji ini akan dimunculkan lagi. Saya sudah lelah dan bersabar selama 10 tahun,” lanjut dia.

Terkait kasus ini, ia juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar ikut memperjuangkan kebenaran. “Saya mohon izin Bapak Presiden Jokowi untuk perjuangkan kebenaran ini, demi martabat dan kehormatan saya sebagai mantan Presiden,” ungkap SBY.


Sebelumnya, Asia Sentinel meminta maaf kepada SBY karena telah menyeret dan mengkaitkan Ketua Umum Demokrat ini ke dalam kasus Century.

“Kami telah menarik laporan dari situs web Asia Sentinel tetapi kami lebih lanjut ingin meminta maaf sepenuhnya kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan siapa saja yang dihina oleh artikel tersebut dan lebih dari itu kepada rakyat Indonesia untuk penghinaan yang mungkin kami timbulkan dengan pemuatan artikel tersebut," tulis Asia Sentinel di websitenya, Rabu (19/9/2018).

Asia Sentinel menjelaskan akan menarik kembali semua laporan yang sudah diberitakan pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia.

Redaksi Asia Sentinel mengatakan secara tidak adil melontarkan banyak tuduhan pada laporan pemberitaan yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen.

"Kami mengakui bahwa kami tidak mencari komentar yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu dan bahwa artikel itu hanya satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil. Laporan utama ini juga telah melontarkan tuduhan tidak adil pada mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono," jelas redaksi Asia Sentinel.


Baca juga artikel terkait ASIA SENTINEL atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight