Skandal Daging Brazil yang Membuat Resah Dunia

Oleh: Wan Ulfa Nur Zuhra - 24 Maret 2017
Dibaca Normal 2 menit
Setelah skandal daging dan ayam di Brazil terbongkar, sejumlah negara menghentikan impor daging sapi dan ayam dari Brazil. Negara-negara itu kini kekurangan pasokan.
tirto.id - Selama dua tahun, kepolisian menyelidiki perusahaan pengolahan daging dan para eksportir besar di Brazil. Dari investigasi itu, ditemukan adanya penyuapan agen inspeksi federal untuk meloloskan daging busuk dan daging dengan jejak salmonella dalam ekspor.

Skandal itu melibatkan 21 dari perusahaan pengolahan daging dan eksportir terbesar di Brazil dari total sekitar 4.800 perusahaan. Nama JBS and BRF, dua pemain daging besar di Brazil ikut terseret dalam kasus ini.

Terkuaknya skandal tersebut memicu reaksi dari sejumlah negara pengimpor. Hongkong, Cina, Uni Eropa, dan Korea Selatan langsung menghentikan impor dari daging ayam dan sapi dari Brazil.

Cina tercatat sebagai pengimpor daging sapi dan ayam dari Brasil terbesar kedua. Ia mengimpor 502 ribu metrik ton ayam dan 165,6 metrik ton daging sapi. Demikian pula dengan Korea Selatan yang biasanya mengimpor 98 ribu metrik ton daging ayam dari Brazil.

Hongkong, adalah pengimpor daging sapi terbesar, yakni mencapai 181,4 ribu metrik ton. Ia juga mengimpor 265 ribu metrik ton ayam dari Brazil. Sementara Uni Eropa mengimpor 403 ribu metrik ton ayam sepanjang 2016 hingga Februari tahun ini.

Brazil menjadi eksportir ayam terbesar di dunia, yang menguasai 40 persen ekspor ayam secara global. Ia juga menjadi eksportir terbesar dunia untuk daging sapi, menguasai sekitar 20 persen pasar. Sepanjang 2016, Brazil mengekspor 1,85 juta metrik ton sapi, dengan total nilai ekspor $4,3 miliar.

“Tidak ada negara yang sepenuhnya bisa menggantikan Brazil di pasar ayam dunia, saya berani mengatakan, tidak ada negara yang mampu melakukannya saat ini,” ujar Jose Vicente Ferraz, Direktur Informa Economics Group-FNP di Brazil.

Perkataan Jose bisa jadi benar. Di Hongkong, penghentian impor daging dan ayam dari Brazil membawa masalah baru. Restoran dan pemasok daging di Hong Kong menghadapi kesulitan sejak Rabu (22/3), setelah larangan impor ayam dari Brazil dicetuskan. Pihak hotel dan restoran telah menghubungi para importir untuk mencari kemungkinan melanggar aturan.

"Hong Kong mengimpor sebagian besar daging dari luar negeri. Negara-negara lain mungkin bisa mengatasi, tetapi Hong Kong tidak bisa,” ujar seorang sumber pelaku industri kepada CNBC.

Korea Selatan telah kembali membuka pintu untuk impor daging dari Brazil setelah mengetahui bahwa perusahaan pengimpor ke wilayah Asia tak termasuk dalam daftar 21 perusahaan yang terlibat skandal.

Selain Brazil, ada negara-negara lain yang menjadi eksportir daging di dunia. India misalnya, jumlah ekspor dagingnya sebenarnya melebihi Brazil, hanya saja, India bukan mengekspor daging sapi, melainkan daging kerbau. Beberapa menu makanan yang menggunakan sapi tentu akan berbeda rasanya jika digantikan kerbau.

Selain India, ada Australia. Tahun 2016, Australia berada di posisi kedua dalam hal ekspor daging sapi, ia mengekspor 1,52 juta metrik ton. Padahal, setahun sebelumnya, Australia berada di posisi paling atas. Jumlah ekspornya mengalahkan Brazil.

Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Kanada juga merupakan negara pengekspor daging terbesar. Akan tetapi, selisih total ekspor ketiga negara ini masih jauh dari Brazil dan Australia. Selandia Baru misalnya, tahun 2016 hanya mengekspor 584 metrik ton daging sapi. Itu mengapa dalam waktu dekat, tak ada yang bisa menggantikan suplai daging dari Brazil.

Infografik Sebaran Daging Ekspor


Indonesia sempat ingin mengimpor sapi hidup dari Brazil, tetapi sampai Januari lalu, seperti dilansir dari ABC, rencana itu belum terwujud. Rencana impor itu sempat menarik perhatian Australia, negara yang selama ini menjadi sumber impor sapi Indonesia. Akan tetapi, penyakit foot and mouth disease (FMD) yang beredar di negara Amerika Latin membuat Indonesia ragu untuk menjalin kerja sama impor.

Brazil, memiliki peran penting dalam hal suplai daging sapi dan ayam. Setidaknya ada 150 negara yang menggantungkan sumber daging ayam dan sapinya dari Brazil. Mulai dari Afrika Selatan, Mesir, Arab Saudi, Singapura, Filipina, hingga Rusia, mereka semua mengandalkan impor daging ayam dan sapi dari Brazil.

Jika semuanya menutup pintu bagi masuknya daging asal Brazil, siapa yang menggantikan kebutuhan daging mereka? Rasanya cukup sulit mencari pengganti pasokan daging asal Brazil, dengan melihat besarnya pangsa pasar yang kini mereka kuasai. Apalagi umumnya negara-negara eksportir sudah memiliki alokasi pasar. Untuk sementara waktu, negara-negara tersebut harus mencari alternatif pasokan sembari menunggu selesainya investigasi pihak berwajib di Brazil.

Baca juga artikel terkait BRAZIL atau tulisan menarik lainnya Wan Ulfa Nur Zuhra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Wan Ulfa Nur Zuhra
Penulis: Wan Ulfa Nur Zuhra
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti